Pemkot Semarang Perpanjang Masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat Selama 14 Hari

Jumat, 22 Mei 2020 14:48 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Pemkot Semarang Perpanjang Masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat Selama 14 Hari Hendrar Prihadi. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan pasar, tempat pelayanan kesehatan, dan lembaga pendidikan sebagai klaster penyebaran virus Corona yang memicu peningkatan kasus. Pemkot Semarang memutuskan memperpanjang kembali masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) selama 14 hari, terhitung mulai 25 Mei hingga 7 Juni 2020.

"Selama dua hari ini ada penambahan kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yaitu sebanyak 17 orang. PDP juga meningkat karena klaster pasar setelah dilakukan swab test hasilnya reaktif. Maka kita putuskan untuk PKM diperpanjang," kata Hendrar Prihadi.

Dia menuturkan, perpanjangan PKM diambil menyusul membeludaknya titik-titik keramaian di Semarang, khususnya klaster pasar, lembaga pendidikan dan pusat layanan kesehatan.

"Keputusan ini diambil karena beberapa titik keramaian di Kota Semarang seperti pusat perbelanjaan sudah mulai buka saat menjelang lebaran. Padahal kita sudah menyampaikan, salat Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak ada anjang sana ataupun open house," tuturnya.

Dengan masa perpanjangan tersebut, Pemkot Semarang akan terus melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Patroli dari berbagai pihak mulai dari satpol, aparat, dan satgas lainnya akan terus ditingkatkan di semua wilayah, termasuk di pos-pos perbatasan hingga tengah kota.

"Untuk PKL yang biasanya tutup jam 20.00, selama perpanjangan PKM 14 hari ke depan kita kasih penutupannya sampai jam 21.00. Ini berlaku untuk pasar modern, PKL, restoran, hingga mal," jelasnya.

Hendi berharap, seiring perpanjangan masa PKM 14 hari, warga masyarakat Kota Semarang akan terbiasa dengan kondisi 'new normal' atau hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Masih banyak masyarakat yang masih banyak di jalanan, di mal atau di pasar hanya untuk persiapan Lebaran. Kami juga pantau dan lakukan swab test sasarannya pada para tenaga migran dan kerumunan warga yang sedang di mal. Jika hasil swab test ada yang reaktif maka malnya kita tutup. Termasuk juga di pariwisata kita minta untuk bersabar dulu untuk tidak buka, karena itu hal sekunder," tutupnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini