Pemkot Depok diminta segera membikin rumah aman korban pencabulan

Minggu, 22 Mei 2016 14:07 Reporter : Nur Fauziah
Pemkot Depok diminta segera membikin rumah aman korban pencabulan Seminar Cinta dan Logika dalam Mengasuh Anak di Ponpes Nuruzzahrah. ©2016 Merdeka.com/nur fauziah

Merdeka.com - Pemerintah Kota Depok didesak bertindak cepat terkait maraknya kasus kejahatan seksual anak di kota itu. Sebab, seringkali kejahatan itu terjadi dalam rumah sendiri, yang mestinya menjadi tempat paling aman.

"Buatkan seperti asrama atau rumah aman untuk anak-anak korban kekerasan seksual. Karena trauma terhadap mereka sangatlah sulit dihilangkan," kata Pengasuh Pondok Pesantren Nuruzzahrah, Enny Suniah, saat Seminar Cinta dan Logika dalam Mengasuh Anak, di Pondok Pesantren Nuruzzahrah, Depok, Minggu (22/5).

Menurut Enny, maraknya kejahatan seksual disebabkan karena kurangnya keimanan seseorang. Sebab, di Depok pelakunya adalah orang tua kandung. Hal itu dianggap sangat kejam dan tidak beradab. Orang tua, kata dia, seharusnya melindungi dan mengarahkan anaknya. Namun yang terjadi di Depok pada Sukendar, justru menodai masa depan anak kandungnya.

"Ini artinya orang tua tidak kuat iman sehingga dia berani merusak anaknya sendiri," kecam Enny.

Terkait predikat Kota Layak Anak (KLA) disandang Kota Depok, Enny menuturkan, perlu perbaikan mulai dari sistem hingga implementasi di lapangan. Sehingga nantinya ada perubahan pola di masyarakat menuju lebih baik, dan kejadian serupa tidak terulang.

"Soal hukuman harus setimpal. Misalnya dikebiri. Jangan cuma dipenjara sekian lama saja. Harus ada efek jera yang dirasakan," tambah Enny.

Seperti diketahui, pekan lalu Polresta Depok menangkap dua pelaku dugaan kasus pencabulan. Pertama adalah Sukendar yang tega menggauli anaknya bertahun-tahun hingga hamil. Keesokan harinya, polisi kembali membekuk Adi yang diduga mencabuli.

[ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini