Pemkot Bogor Sediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Balai Kota

Senin, 28 November 2022 01:00 Reporter : Rasyid Ali
Pemkot Bogor Sediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Balai Kota Wali Kota Bima Arya meresmikan SPKLU di Balai Kota Bogor. ©2022 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor serius mendukung perkembangan kendaraan listrik. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pun disiapkan di Balai Kota Bogor.

Penyediaan SPKLU itu bekerja sama bersama PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat. Fasilitas itu diresmikan, Sabtu (26/11).

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Wakilnya, Dedie A Rachim secara simbolis mencoba menggunakan charging station di SPKLU dan melakukan riding peduli stunting bersama komunitas motor listrik Bogor Raya.

Peresmian SPKLU dan pengenalan motor listrik ini, kata Bima Arya merupakan sejarah baru, dalam menjemput masa depan dengan penggunaan kendaraan listrik.

"Pasti ada pro dan kontra, tapi presiden sudah memerintahkan dan kita laksanakan. Kita jemput masa depan di Kota Bogor dengan mobil listrik dinas dan motor dinas listrik," katanya.

2 dari 2 halaman

Pengguna Kendaraan Listrik Terus Bertambah

Pengguna kendaraan listrik di Kota Bogor saat ini sudah mencapai ratusan, bahkan ribuan. Pemkot Bogor juga sudah mulai menggunakan kendaraan listrik secara bertahap yang diawali dengan lima motor listrik United T1800 dan dua mobil listrik Hyundai Ioniq 5.

"Penggunanya semakin banyak, komunitasnya semakin berkembang, kita berterima kasih PLN telah bantu untuk membangun SPKLU, nanti akan semakin banyak. Otomatis permintaan pasar akan semakin banyak. Kita lihat masyarakat sudah mulai bergeser dan hari ini kita melakukan sosialisasi itu," ujarnya.

Menurut Bima Arya, saat mencoba kendaraan listrik jenis motor listrik ini nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Mengenai ketahanan kendaraan listrik ini, dari keterangan penggunaannya, bisa bertahan hingga bertahun-tahun sama seperti kendaraan pada umumnya.

"Jadi saya optimis banyak yang akan melakukan konversi. Bisa menjual, membeli baru, atau motor lama bisa dikonversi dengan biaya sekitar Rp7 juta," katanya.

Sementara GM PT PLN Persero UID Jabar Susiana Mutia mengatakan, sudah ada 110 SPKLU di seluruh Indonesia. Khusus di Bogor, satu fasilitas lagi sedang dibangun di Alun-alun Kota Bogor.

Untuk terus membangun ekosistem kendaraan listrik, PLN khususnya unit induk Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh unit unit UP3 untuk bersama-sama membangun ekosistem ini.

"Jadi ekosistemnya elektrik style, kita mulai mengajak seluruh, baik itu masyarakat kemudian mitra-mitra kerja kita untuk mulai melakukan energy transition dari energi BBM atau fosil menuju energi yang lebih bersih," katanya.

Mengenai sistem pembayaran dan penggunaan SPKLU di Balai Kota ini, kata Susiana, menggunakan sistem pembayaran aplikasi dengan PLN Charge.IN Electric vehicle (EV) charging.

"Jadi ini aplikasi khusus men-charge untuk yang mobile, tapi kalau untuk yang motor yang kecil itu menggunakan sistem token seperti token di rumah. Jadi bisa langsung nanti kita pake mobile l, minta nomor beli berapa, kemudian berapa KWH, kemudian di cas di sana," katanya.

Peresmian SPKLU dan pengenalan kendaraan listrik di Kota Bogor ini merupakan keseriusan Pemkot Bogor dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dengan menjalankan instruksi presiden. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bogor Yadi Cahyadi mengatakan, langkah ini merupakan bagian dalam menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Listrik Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

"Selain itu, Wali Kota Bogor juga sangat konsen dengan isu-isu lingkungan. Kendaraan listrik ini arahnya ke penggunaan energi ramah lingkungan. Infrastrukturnya terus disiapkan, SPKLU di Balai Kota ini merupakan langkah awal yang berkolaborasi dengan PLN,” ungkap Yadi.

Pada saat mencoba kendaraan listrik Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Wakil Wali Kota Bogor juga melakukan melakukan "Riding Peduli Stunting" yang bertujuan untuk lebih mengenalkan kendaraan listrik ke masyarakat Kota Bogor sekaligus aksi sosial dengan memberikan bantuan kepada warga yang memiliki anak stunting. [yan]

Baca juga:
Heru Budi akan Ganti Kendaraan Dinas Pemprov DKI dengan Sepeda Motor Listrik di 2023
Gunakan Mobil Listrik untuk Operasional, Barito Pacific Dukung Transisi Energi RI
PT PLN Operasikan 2 SPKLU di Sulawesi Selatan
STNK dan BPKB Konversi Kendaraan BBM ke Listrik Bakal Ada Keterangan Khusus
Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik, Kemenhub Gelar Sosialisasi
Heru Budi Jamin Kendaraan Listrik Bebas Ganjil Genap

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini