Pemkab: Objek Wisata di Simeulue Banyak Dikuasai WNA

Selasa, 6 Desember 2022 05:00 Reporter : Merdeka
Pemkab: Objek Wisata di Simeulue Banyak Dikuasai WNA Wisatawan di Pantai Pasir Tinggi, Simeulue, Aceh. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue, Aceh, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyatakan banyak objek wisata di kabupaten kepulauan itu dikuasai oleh warga negara asing (WNA).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Simeulue Sabu Nasir di Simeulue, Senin (5/12), mengatakan penguasaan objek wisata oleh WNA tersebut dengan memanfaatkan warga lokal yang menjadi agen tanah.

"Bukan rahasia lagi, kalau sejumlah objek wisata berupa tanah di Pulau Simeulue dikuasai oleh warga asing dengan mengatasnamakan warga Indonesia," kata Sabu Nasir. Seperti dilansir dari Antara.

Menurut Sabu Nasir, penggunaan warga lokal sebagai pihak ketiga yang menjadi pemilik tanah ini dilakukan untuk menghindari jeratan hukum karena WNA dilarang membeli tanah di Indonesia termasuk di Pulau Simeulue.

"Secara aturan WNA dilarang membeli tanah di negara kita ini. Untuk itulah mereka manfaatkan warga lokal sebagai pemilik tanah," kata Sabu Nasir menyebutkan.

2 dari 2 halaman

Informasi yang diterima, kata Sabu Nasir, untuk mendapatkan sejumlah lokasi strategis objek wisata di Pulau Simeulue, warga negara asing tersebut memanfaatkan agen tanah setempat.

Para agen tanah tersebut dibayar dengan harga yang menggiurkan apabila berhasil mendapatkan lokasi tanah dan objek wisata yang diinginkan itu, kata Sabu Nasir.

"Informasi yang kita dapat agen tanah lokal ini ada yang di bayar dengan harga satu unit mobil kalau berhasil mendapatkan tanah di Simeulue ini," ujar Sabu Nasir.

Menurut Sabu Nasir, banyaknya bidang tanah objek wisata yang dikuasai WNA tersebut mengkhawatirkan. Selain tidak sesuai dengan aturan kepemilikan tanah oleh WNA ini, juga mengancam keamanan negara Indonesia.

"Kita tidak tahu tujuan mereka menguasai objek wisata tersebut. Untuk itu kita perlu waspada dan masyarakat diminta tidak sembarangan menjual tanah ke warga asing kecuali dalam bentuk sewa," kata Sabu Nasir.

Sementara itu, Irwan (42), warga Simeulue, mengatakan tanah objek wisata dikuasai warga asing di kabupaten kepulauan di Samudra Hindia tersebut sudah bukan menjadi rahasia lagi.

"Rata-rata objek wisata di Pulau Simeulue ini pemiliknya warga asing, namun atas nama warga negara Indonesia. Objek wisata dimiliki orang asing ini tidak dapat diakses warga Simeulue," kata Irwan.

Baca juga:
Disbudpar Sumut Rilis Aplikasi ''DisumutAja'' Guna Tingkatkan Wisata, Ini Fungsinya
Juara Tiga API Award 2022, Ini Fakta Kampung Bagas Godang di Mandailing Natal
Tiket Hanya Rp10 Ribu, Wisata Nabawadatala Sumedang Tawarkan Pemandangan ala Swiss
Berkunjung ke Desa Dokan di Tanah Karo, Ada Rumah Adat Berusia Ratusan Tahun
Data BPS: Jumlah Turis ke Indonesia Melonjak 364 Persen, Paling Banyak dari Malaysia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini