Pemkab Garut Dapat Bantuan Rp44 M untuk Turunkan Angka Stunting

Selasa, 19 November 2019 12:07 Reporter : Mochammad Iqbal
Pemkab Garut Dapat Bantuan Rp44 M untuk Turunkan Angka Stunting Balita gizi buruk. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Pusat memberikan bantuan anggaran kepada Pemerintah Kabupaten Garut sebesar Rp44 Miliar untuk mengatasi stunting atau gagal tumbuh. Bantuan tersebut diberikan karena angka stunting di Kabupaten Garut menjadi salah satu terbesar di Jawa Barat.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan hasil pendataan menunjukkan di Kabupaten Garut terdapat 7 Kecamatan yang banyak menderita stunting. Ke-7 Kecamatan tersebut adalah Cibalong, Pakenjeng, Leuwigoong, Leles, Sukaresmi, Malangbong, dan Cibatu.

"Sudah dianggap darurat saja stunting ini, soalnya di nasional juga sama sudah darurat. Ada anggaran cukup besar dari pemerintah pusat hampir Rp44 Miliar untuk program Indonesia Sehat dan mengatasi stunting di Kabupaten Garut," ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/11).

1 dari 2 halaman

Stunting Karena Keturunan dan Kurang Gizi

Rudy menyebut stunting bisa disebabkan faktor keturunan. Namun ada faktor lainnya yang menyebabkan hal tersebut yaitu akibat dari kurangnya asupan gizi. Untuk persoalan kekurangan asupan gizi karena faktor kondisi ekonomi. Sehingga banyak keluarga yang tidak mampu membeli makanan bergizi untuk anak-anak mereka.

"Persoalan sekarang itu, menurut WHO stunting di Indonesia karena kurang asupan gizi. Saat hamil, ibunya tak memberikan gizi yang cukup untuk bayi," ujar Rudy.

Dia mengaku persoalan stunting cukup mendasar dan tidak memiliki data yang lengkap untuk angka stunting. "Di 2017 angka stunting mencapai 43 persen dan untuk mengatasi stunting, maka Pemkab Garut mendapat bantuan Rp44 Miliar ini," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Pemkab Pantau Pertumbuhan Anak

Dia menuturkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk makanan tambahan bagi penderita stunting. Pemkab akan memantau terus pertumbuhan anak-anak penderita stunting.

"Persoalan stunting ini tidak hanya soal fisiknya saja, yang kita khawatirkan juga adalah ada pengaruhnya terhadap perkembangan otak anak sehingga tujuh kecamatan yang tadi itu kita terus pantau," jelasnya.

Meski demikian, Rudy menyebut di lapangan, para kader dihadapkan dengan kendala orang tua yang mengeluhkan asupan makanan yang diberikan karena anak bosan saat setiap hari harus makan biskuit. Pihaknya pun kemudian harus mencari cara lain agar bisa ada asupan gizi dari makanan lainnya.

"Ya wajar memang anak bosan. Jadinya sedus biskuit ini sebulan saja tidak habis karena bosan," tandas Rudy. [ray]

Baca juga:
Mencegah Stunting dan Gizi Buruk di Amurang Barat
Saran Moeldoko Cegah Stunting: Setiap Keluarga Pelihara Ayam
Protein yang Masuk pada Anak Bisa Bantu Cegah Stunting
Tekan Angka Stunting, Menteri KKP Janji Tingkatkan Potensi Kelautan di Jabar
Mendagri Tito akan Libatkan Ibu-ibu PKK Cegah Stunting

Topik berita Terkait:
  1. Stunting
  2. Gizi Buruk
  3. Garut
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini