Pemerintah Tetap Izinkan Logistik dari India Meski Larang Penerbangan Reguler

Jumat, 23 April 2021 15:18 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Pemerintah Tetap Izinkan Logistik dari India Meski Larang Penerbangan Reguler Menhub Budi Karya. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan membatasi penerbangan penumpang dari India menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di negara tersebut. Keputusan itu nantinya akan diatur dalam Surat Edaran yang akan dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi dalam waktu dekat.

"Saya pikir jelas, Pak Dirjen imigrasi semua ini akan tidak diberikan oleh karenanya secara otomatis semua penerbangan semua tidak kita izinkan didasarkan SE dari dirjen imigrasi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konfensi pers, Jumat (23/4).

Menurut dia, terjadi kecenderungan pergerakan dari India sehingga pemerintah mau tak mau harus mengambil langkah tegas tersebut. Sementara itu, untuk kargo masih diperbolehkan dengan alasan kebutuhan vaksin Covid-19.

"Tetapi masih dibutuhkan pergerakan logistik dari dan ke India, seperti kegiatan oksigen dan itu pun dilakukan secara selektif," ujar dia.

Sementara itu, Dirjen Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Jhoni Ginting mengatakan pelarangan tersebut nantinya sama seperti peraturan yang dikeluarkan pada saat WNA Korea Selatan, Italia dan Iran yang alami peningkatan kasus dan jenis varian virus baru.

"Ini segera membuat surat edaran khusus untuk WNA India dan pernah di India selama 14 hari," bebernya.

Dia menjelaskan aturan tersebut bersifat sementara. Sebab kata dia menunggu adanya perkembangan Herd Immunity terjadi di India.

"Sifatnya sementara kami menunggu perkembangan eskalasi herd immunity di negara India, kami berkoordinasi untuk kapan masuk WNA India masuk ke Indonesia," bebernya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapati data sebanyak 127 warga India masuk ke Indonesia. Kedatangan warga dari negeri Bollywood itu cukup mencemaskan karena India tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi saat terjadi penambahan 300 ribu kasus dalam sehari.

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Benget Saragih, mengatakan seluruh warga India tersebut masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka tiba di Indonesia menggunakan pesawat charter langsung dari India.

"(Total) penumpangnya sebanyak 132 orang, 127 itu adalah WNA India. Nah, 5 Warga Negara Indonesia. Semua (warga India) masuk ke Indonesa dengan ada KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas)," ujar Benget, Jumat.

Reporter: Lizsa Egeham [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini