Pemerintah Peringatkan Wisatawan Asing Langgar Prokes Langsung Dideportasi

Rabu, 13 Oktober 2021 16:56 Reporter : Anggun P. Situmorang
Pemerintah Peringatkan Wisatawan Asing Langgar Prokes Langsung Dideportasi Turis berjemur di Kuta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Bali bersiap menerima kunjungan wisatawan mancanegara secara bertahap mulai 14 Oktober 2021. Persiapan pun terus dilakukan dari sisi perhotelan hingga penerapan protokol kesehatan (prokes).

Staf Ahli Bidang Managemen Krisis Kemenparekraf Henky Manurung mengatakan, pemerintah tidak main main dalam menerapkan protokol kesehatan. Bagi wisatawan mancanegara yang kedapatan tidak menaati prokes langsung dideportasi.

"Kalau yang bandal-bandal, enggak mau pake masker langsung deportasi," kata Henky dalam diskusi online, Jakarta, Rabu (13/10).

Henky mengatakan, prokes seperti penggunaan masker, sudah menjadi kebiasaan baru di masa pandemi yang belum juga usai. Sehingga tidak ada toleransi bagi wisatawan yang melanggar.

"Kami galak-galak kami. Kalau tidak mau pakai masker cari, mikir sendiri pulang, dideportasi dari Bali. Kami nggak main-main. Masker adalah budaya baru. Kalau bandal, jewer, deportasi," jelasnya.

Terkait kedatangan wisatawan mancanegara, pemerintah sudah menjaring 35 hotel yang siap menerima karantina. Hotel-hotel ini akan menjadi tempat sementara selama 5 hari untuk memastikan seluruh wisatawan dalam keadaan sehat.

"5 hari yang kita harapkan. Dari sebelumnya 8 hari. Kami mendapat masukan positif apakah dikunci di kamar, atau dibolehkan misalnya jalan di Pantai. Masih ada pembahasan mengenai ini. Ada beberapa negara mengalami, ada yang mengkarantina 10 hari. Pertimbangan semua dalam berapa jam ke depan, akan ada keputusan yang dikeluarkan pemerintah," tandasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini