Pemerintah Klaim Angka Stunting Indonesia Turun 3,1 Persen

Selasa, 24 November 2020 14:00 Reporter : Merdeka
Pemerintah Klaim Angka Stunting Indonesia Turun 3,1 Persen Posyandu Ria Balita. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah terus bertekad menurunkan prevalensi stunting agar Indonesia mempunyai generasi yang lebih sehat, cerdas dan produktif. Diketahui, sejak 2018, pemerintah menetapkan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting) dan menjadikannya acuan percepatan pencegahan stunting.

"Setelah 3 tahun pelaksanaan program, kemajuan di tingkat outcome sudah dapat dilihat," tulis Ma'ruf seperti dikatakan Staf Khusus Wapres Bambang Widianto saat membuka Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting 2018 - 2024 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam siaran persnya, Selasa (24/11).

Bambang melanjutkan, Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan prevalensi stunting turun, dari 30,8% pada tahun 2018 menjadi 27,7% pada tahun 2019 atau turun sekitar 3,1%.

"Jika ditarik lebih jauh dari tahun 2013, maka rata-rata penurunan adalah sebesar 1,6% per tahun," ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif (Ad Interim) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Bambang mencatat, data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, anak balita Indonesia yang mengalami stunting adalah sebesar 30,8%. Artinya, hampir 1 dari 3 anak Indonesia mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama, dimulai dari masa kandungan hingga usia 2 tahun atau 1000 Hari Pertama Kehidupan.

"Jika dibiarkan, anak-anak yang menderita stunting akan mempunyai kemampuan kognitif yang lebih rendah, rentan terhadap penyakit tidak menular dan ketika dewasa mempunyai produktivitas yang rendah," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Dana Bantuan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini