Pemerintah diminta tak tinggal diam atas pembantaian di Aleppo

Jumat, 16 Desember 2016 10:20 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Pemerintah diminta tak tinggal diam atas pembantaian di Aleppo Demo HTI. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengutuk aksi pasukan rezim Suriah yang melakukan pembantaian terhadap sejumlah warga sipil di Aleppo. Aksi itu harus disikapi serius oleh negara-negara muslim setiap negara atas peristiwa yang terjadi di Aleppo bagian timur itu.

Sekitar 500-an massa HTI turun ke jalan mengutarakan sikapnya dalam aksi damai yang dilakukan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (16/12) pagi.

"Mengutuk dengan keras tindakan rezim Bashar Assad dan sekutunya, rezim Putin, yang tanpa belas kasihan sedikit pun membantai rakyat sendiri," kata Humas HTI Jabar Luthfi Afandi, di sela aksinya.

Dia mengatakan, sejauh ini warga tak berdaya atas serangan keji yang dilakukan rezim Bashar dan sekutunya. Mereka menyerang menggunakan senjata berat dan bom yang dikembangkan manusia.

Lanjut dia, Aleppo bagian timur diserang dengan ratusan bom kecil hingga membuat wilayah tersebut lenyap dengan puing-puing. Seperti diutarakan Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Delattre.

Menurutnya, jika ini dibiarkan bisa menjadi salah satu pembantaian terbesar terhadap warga sipil sejak perang dunia kedua. Oleh karena itu pihaknya mengecam sikap para penguasa negeri muslim yang tak segera bertindak melihat warga muslim Aleppo diperlakukan penguasa secara semena-mena.

"Kami juga mengecam sikap penguasa kaum muslimin yang diam dan lepas tangan dengan kondisi itu. Saudia Arabia, Indonesia yang diam. Dorongan ayo lakukan untuk mengirim tentara Indonesia jangan hanya mengecam. Turki punya tentara, Arab Saudi. Di Suriah enggak bisa hanya kirim makanan," imbuhnya.

Pihaknya juga kemudian menyerukan pada umat Islam di negeri ini untuk memberikan daya apa saja yang dimiliki untuk menolong warga muslim di Aleppo. Apa yang terjadi di sana membuktikan bahwa umat Islam di dunia amat menantikan kehadiran kembali Khilafah Rasyidah yang bisa menyatukan umat dengan persatuan hakiki.

"Lalu dengan kekuatan itu membebaskan negeri muslim dan melindungi warganya termasuk Suriah dari penguasa dzalim," kata dia.

Dalam aksinya massa mengusung beberapa poster di antaranya 'Stop kebiadaban Rusia di Aleppo'. Mereka secara bergiliran melakukan orasi pengecaman terhadap pembantaian warga sipil di Aleppo. Aksi itu menutup hampir seperempat Jalan Diponegoro (depan Gedung Sate). Puluhan kepolisian mengawal aksi damai tersebut. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini