Pemerintah Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Independen Soal 6 Laskar FPI Tewas

Selasa, 8 Desember 2020 10:28 Reporter : Ahda Bayhaqi
Pemerintah Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Independen Soal 6 Laskar FPI Tewas Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Enam anggota FPI tewas ditembak anggota kepolisian di Tol Cikampek KM 50. Polisi menyebut, anggota laskar yang mengawal rombongan pimpinan FPI Rizieq Syihab ini, menyerang polisi saat penyelidikan pengerahan massa di Petamburan.

Pemerintah didesak untuk segera membentuk tim pencari fakta independen (TPF). Anggota DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menilai penembakan anggota FPI ini merupakan kejahatan hak asasi manusia. Perlu diungkap dalangnya.

"Ini kejadian luar biasa, saya mengusulkan perlu segera dibentuk TPF Independen mengusut pembantaian 6 orang laskar FPI. Harus diusut tuntas siapa dalang nya. Jangan dibiarkan kejahatan HAM ini berlarut," kata Mardani dalam keterangannya, Selasa (8/12).

Peristiwa penembakan ini dinilai perlu ditangani ekstra hati-hati dan serius.

Hal serupa disampaikan anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Habiburokhman. Tim pencari fakta yang independen diperlukan supaya tidak ada intervensi.

"Kami meminta dibentuk tim investigasi khusus yang independen terkait kasus penembakan di Cikampek. Investigasi khusus ini harus melibatkan Komnas HAM dan tidak ada intervensi dari pihak manapun," kata anggota Komisi III DPR RI ini.

Habiburokhman berharap tidak ada penghakiman dini kepada siapapun selama investigasi. Dengan harapan proses hukum berjalan adil dan transparan.

Komisi III membuka diri dan masukan serta informasi dari masyarakat. Habiburokhman mengaku mengusulkan akan memanggil Kapolri ke DPR untuk minta penjelasan kasus ini.

"Insya Allah kami akan mengawal pengusutan kasus ini agar berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," ucap Habiburokhman.

Sebelumnya, Fadil Imran menjelaskan, anggota yang bertugas itu sedang menyelidiki terkait dugaan adanya pengerahan massa pada saat pemeriksaan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya.

"Berawal dari informasi bahwa akan terjadi pengerahan massa pada saat saudara MRS dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya, dari berbagai sumber termasuk rekan-rekan media mungkin mendapatkan berita melalui WAG, bahwa akan ada pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya. Terkait itu kami melakukan penyelidikan kebenaran info itu," ucap dia.

Penjelasan FPI

Sementara itu Tim Kuasa Hukum Rizieq, Aziz Yanuar memberikan keterangan berbeda. Dia menyebut ada peristiwa pengadangan terhadap rombongan Rizieq. Dia menyebut enam laskar pengawal Rizeq diculik.

"Bahwa semalam IB (Imam Besar) dengan keluarga termasuk cucu yang masih balita, menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi. Sekali lagi ini pengajian subuh internal khusus keluarga inti," kata Aziz.

Aziz melanjutkan, dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, rombongan diadang oleh preman atau orang tak dikenal.

"Para preman OTK yg bertugas operasi tersebut mengadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga. Hingga saat ini para pengadang berhasil melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK bertugas operasi," katanya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini