Pemerintah Didesak Penuhi Hak Anak dalam Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2020 12:48 Reporter : Supriatin
Pemerintah Didesak Penuhi Hak Anak dalam Pendidikan Murid SD di Yogya naik bukit demi ikut sekolah online. ©AGUNG SUPRIYANTO/AFP

Merdeka.com - Ketua Gugus Kerja Kampanye dan Media Save The Children Indonesia, Victor Rembeth mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 hak anak dalam pendidikan harus diperhatikan. Masyarakat, guru, pemerintah daerah hingga pusat harus hadir untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi.

Victor menyebut, ada tujuh gerakan yang perlu dilakukan untuk memenuhi hak pendidikan anak. Pertama, menyediakan akses belajar internet dan guru kunjung.

"Penyediaan informasi belajar harus dilakukan. Jam belajar disesuaikan. Dukungan akses belajar internet dan guru kunjung untuk anak," katanya dalam Talk Show Lembaga Pendidikan yang Adaptif Terhadap Kebiasaan Baru, Selasa (9/6).

Dia mengungkap, hasil survei internal lembaganya menunjukkan 2 dari 3 orang tua mengatakan anak mereka tidak belajar dari website. Kemudian anak berisiko terhadap kekerasan online dan terancam putus sekolah.

Karena itulah, penyediaan akses belajar internet dipandang penting untuk mencegah terjadinya kasus anak putus sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Gerakan kedua adalah dukung guru-guru untuk melakukan kebiasaan baru. Dukungan yang dimaksud yakni penyediaan akses internet, transportasi guru kunjung serta latihan penerapan cuci tangan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan anak di sekolah.

"Ini penting sekali. Ini juga hasil survei kami mengatakan 3 dari 4 guru tidak memiliki akses ke website dan aplikasi online. 7 Dari 10 guru membutuhkan material pembelajaran jarak jauh," jelasnya.

Gerakan ketiga yakni memperkuat manajemen sekolah. Victor menyebut, satuan pendidikan harus memperkenalkan normal baru atau kebiasaan baru yang sehat di lingkungan sekolah.

Dia juga meminta sekolah melakukan sosialisasi masif kepada siswa mengenai cara mencuci tangan yang benar.

"Kami menemukan belum ada cuci tangan yang benar seperti cuci tangan selama 20 detik atau bagian di mana saja yang sebetulnya yang paling berisiko terhadap virus corona," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Keempat orang tua dukung anak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini