Pemerintah Beri Rp5 Miliar untuk Eijkman Teliti Vaksin Covid-19

Senin, 4 Mei 2020 18:27 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Pemerintah Beri Rp5 Miliar untuk Eijkman Teliti Vaksin Covid-19 bambang brodjonegoro. ©tpidsulut.org

Merdeka.com - Saat ini seluruh negara sedang berlomba-lomba untuk membuat vaksin virus Covid-19. Tidak terkecuali Indonesia yang sedang terus berupaya untuk membuat vaksin virus Covid-19. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan, saat ini Lembaga Biomolekuler Eijkman tengah memulai upaya pembuatan vaksin Covid-19. Dengan anggaran tahap pertama yaitu Rp5 miliar, para peneliti sedang mencari vaksin untuk digunakan di Indonesia.

"Saya menyampaikan kan Eijkman tolong penelitian vaksin. Mereka langsung mengajukan anggaran awal Rp5 miliar," kata Bambang melalui video telekonference bersama merdeka.com, Senin (4/5).

Anggaran tersebut kata Bambang baru tahap pertama. Nantinya pemerintah akan selalu men-supply jika ada perkembangan.

"Pasti itu prioritas kita selalu supply. Karena vaksin itu jadi prioritas, vaksin itu harus dikejar keberadaannya untuk Covid-19 ini. Pasti itu prioritas," jelas Bambang.

Bambang mengatakan saat ini Indonesia baru memulai tahap pembuatan vaksin. Dalam waktu setahun kata Kepala Eijkman, Prof Amin Soebandrio prototipe vaksin akan didapatkan.

"Khusus untuk vaksin yang di Indonesia paling tidak memang tahapannya baru mulai, nah saya sudah bicara cukup dalam dengan prof Amin Soebandrio, Kepala Eijkman, beliau mengatakan paling cepat mendapatkan prototipe vaksin dalam waktu setahun, waktu itu bulan Maret bicaranya," kata Bambang.

1 dari 1 halaman

Pengurutan Keseluruhan Genome

Dia juga menjelaskan vaksin dikembangkan Eijkman khusus untuk menangani virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) yang telah bermutasi dan menginfeksi penduduk di Indonesia. Nantinya vaksin yang ditemukan akan relevan dengan kebutuhan dalam negeri.

Kemudian saat ini Eijkman tengah melakukan pengurutan keseluruhan genome (whole genome sequencing). Hal itu bertujuan untuk menjadi dasar dalam memprediksi kerentanan virus dan responsnya terhadap obat.

"Nanti datanya setelah Whole Genome Sequencing ini dapatkan itu disubmit kepada satu lembaga internasional GISAD untuk dilihat nanti di Indonesia yang dominan tipe seperti apa," jelas Bambang.

Namun Whole Genome ini kata dia tidak bisa dengan jumlah sedikit. Sebab itu, sample yang dikirim harus representatif.

"Untuk bisa menunjukan nantinya penyakit di Indonesia itu tipe apa dari Covid-19," ungkap Bambang. [eko]

Baca juga:
RI Belum Aman dari Corona Sampai Vaksin Ditemukan
RSKI P. Galang Batam Teliti Manfaat Madu untuk Pasien Covid-19, Hasilnya Mengejutkan
Uni Emirat Arab Kembangkan Pengobatan Covid-19 Menggunakan Sel Induk
Penelitian: 10 Jenis Obat Bisa Jadi Efektif Lawan Virus Corona
CEK FAKTA: Hoaks Elisa Granato Relawan Uji Coba Vaksin Corona Meninggal Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini