Pemerintah Antisipasi Kepulangan 49 Ribu PMI di Bulan Juni-Juli

Senin, 31 Mei 2021 19:08 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Pemerintah Antisipasi Kepulangan 49 Ribu PMI di Bulan Juni-Juli Pemulangan pekerja migran dari Bandara KLIA 2. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah telah menyiapkan upaya untuk mengantisipasi puluhan ribu Pekerja Migran Indonesia yang akan pulang ke Indonesia pada bulan Juni dan Juli mendatang. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), ada 49.682 sumber Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) yang akan kembali ke Indonesia hingga bulan Juli 2021.

"Estimasi kepulangan PMI antara bulan Mei dan Juni itu 10.030, kalau berdasarkan kontrak selesai di bulan Juni-Juli 2021 itu ada 39.652," kata Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budie Utama Razak saat rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Senin (31/5).

Dia menyebutkan, PMI terbanyak berasal dari Jawa Timur, ada 12.812 PMI, kemudian Jawa Tengah 11.292, Jawa Barat 10.297, dan Nusa Tenggara Barat 5.641 PMI. Untuk itu, pihaknya akan memetakan informasi dan data sebaran dari daerah asal PMI dari perwakilan RI di Malaysia. Karena, jumlah PMI Indonesia di Malaysia merupakan yang terbanyak.

Totalnya ada 15.206 dari Malaysia. Kemudian di urutan kedua dari Taiwan ada 13.649 WNI, lalu Hongkong 12.577 PMI, Singapura 2.697 WNI, dan di urutan kelima ada 2.277 PMI dari Korea Selatan.

"Kami juga akan memecah titik-titik kepulangan debarkasi (penurunan penumpang dari kapal laut) bukan hanya di Tanjung Pinang saja, tapi juga di Dumai, Batam, Tanjung Perak, Tanjung Priok, Belawan dan Bengkalis," ungkapnya.

Selain itu, BP2MI akan memastikan kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mengantisipasi kepulangan para PMI dari masing-masing daerah tersebut. Namun sayangnya, lanjut Tatang, BP2MI saat ini tidak memiliki anggaran yang memadai untuk mengantisipasi kepulangan PMI, misalnya dengan menyiapkan Alat Pelindung Diri bagi petugasnya.

"Permohonan bantuan berupa APD dan vaksinasi bagi petugas BP2MI di titik-titik kepulangan karena BP2MI sudah tidak memiliki anggaran," harapnya.

Tatang kemudian mengusulkan rute kepulangan, serta menentukan lokasi tes PCR, hingga lokasi karantina para para PMI dari Malaysia itu. Setiap PMI wajib melakukan tes PCR di titik debarkasi yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, dia juga mengusulkan agar seluruh PMI difasilitasi transportasi ke daerah asalnya masing-masing.

"Untuk PMI di Wilayah Selangor dan Kuala Lumpur, bisa melakukan karantina di eks Bandara Polona Medan selama 5 hari dan wajib tes PCR setelah dikarantina," jelasnya.

Sedangkan untuk PMI di Wilayah Negeri Sembilan dan Malaka, lokasi karantina di Kota Dumai, dan untuk PMI di Wilayah Johor Baru, lokasi karantina dipusatkan di RSD Pulau Galang, Rusun Tanjung Uncang, Balai Karantina milik Kementerian Sosial, dan RPTC Tanjung Pinang.

Berikut rute kepulangan PMI yang dianjurkan BP2MI untuk meminimalisir penularan virus Corona:

1. Dari Wilayah Selangor dan Kuala Lumpur
- Via jalur laut: Pelabuhan Kelang Selangor-Pelabuhan Tanjung Balai Asahan
- Via Jalur Udara: Bandara Kuala Lumpur-Bandara Kualanamu Medan

2. Dari Wilayah Negeri Sembilan dan Malaka
- Via Jalur Laut: Pelabuhan Malaka-Pelabuhan Pelindo Dumai

3. Dari Wilayah Johor Baru
- Via jalur laut: Pelabuhan Pasir Gudang- Pelabuhan Batam - Pelabuhan Sekupang Tanjung Pinang. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini