KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pemerintah akan deportasi TKA yang jadi pekerja kasar

Senin, 25 Juli 2016 15:10 Reporter : Haris Kurniawan
Hanif Dhakiri. ©2014 merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) secara tegas melarang penempatan jabatan untuk tenaga kerja asing (TKA) pada posisi pekerja kasar (unskilled job). Mereka wajib bekerja pada posisi yang membutuhkan keahlian.

Data yang dimiliki Kemenaker sendiri hingga 30 Juni 2016 didapatkan, terdapat 8 sebaran profesi yang digeluti TKA di Tanah Air. Pekerjaan itu ialah, profesional, konsultan, manajer, direksi, supervisor, teknisi dan komisaris.

"TKA yang menjadi pekerja kasar dapat dipastikan telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan TKA," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri.

Dari data itu, diketahui sebanyak 12.342 atau 28 persen dari mereka merupakan TKA yang bekerja sebagai profesional. Diikuti 8.966 TKA atau 20 persen ialah yang bekerja di level manajer.

Sisanya ialah mereka yang menduduki jabatan atau posisi sebagai direksi, konsultan, teknisi, supervisor, serta komisari dari sebuah perusahaan.

Dengan gambaran itu, lanjut Hanif, pekerja asing hanya boleh menduduki jabatan-jabatan tertentu yang terbatas dan bersifat yang memiliki keahlian (skilled) atau paling rendah merupakan teknisi (engineer).

Hanif menegaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil langkah tegas bagi TKA yang melanggar aturan, termasuk dari penempatan jabatan atau posisi yang mereka duduki. Kemenaker tak ragu untuk melakukan deportasi bagi pekerja yang tidak taat aturan.

"Pekerja kasar tidak boleh dan jika ada maka sudah pasti merupakan pelanggaran. Kalau ada pelanggaran ya ditindak, termasuk deportasi," tegasnya. [war]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.