Pemerintah akan aktifkan kembali rel kereta api sepanjang 10 ribu km

Jumat, 9 November 2018 09:35 Reporter : Arie Sunaryo
Pemerintah akan aktifkan kembali rel kereta api sepanjang 10 ribu km Perawatan rel KA. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah akan membangun 10 ribu km jalur kereta api (KA) di Indonesia. Namun prioritas utama saat ini adalah reaktivasi jalur yang dulu pernah ada. Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Lingkungan dan Energi Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, menyampaikan hal tersebut di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (8/11).

"Banyak jalur rel KA di Indonesia yang tidak diaktifkan karena berbagai alasan. Seharusnya tidak boleh begitu karena membangun kembali lebih sulit. Pemerintah memprioritaskan reaktivasi jalur seperti dulu sudah ada jalur yang menuju ke pelabuhan," ujarnya.

Prasetyo mengatakan, jalur KA saat ini paling banyak di Pulau Jawa. Selain Jawa, pembangunan jalur kereta api juga akan dilakukan di Sumatra, Aceh, Kalimantan hingga Papua. Jika dibandingkan China yang sudah mencapai 100 ribu km, capaian di Indonesia masih jauh.

"Presiden sempat menyampaikan kenapa di Papua tidak dibangun jalur kereta. Masalahnya dulu di sana ada penumpangnya tidak? Tapi itu tidak boleh dijadikan alasan lagi," katanya.

Direktur PT INKA, Budi Noviantoro mengemukakan, saat ini PT INKA terus menjajaki pasar ekspor kereta ke Amerika Latin. Saat ini negara Kosta Rika, Mexico, dan Peru tengah menjajaki pembelian kereta dari PT INKA.

"Bangladesh dan Filipina sudah memesan, sedangkan Srilanka dan Thailand dalam proses. Untuk Bangladesh sudah ketiga kalinya," terangnya.

Hingga saat ini, lanjut Budi, target ekspor sudah melampaui target. Prospek ekspor ke negara-negara tersebut cukup besar, tetapi terkendala keuangan.

"Prinsipnya mereka butuh tapi terkendala keuangan. Kami tawarkan skema pembayaran kredit melalui Bank Exim. Kompetitor kita saat ini adalah China," jelasnya.

PT INKA juga menggandeng Perguruan Tinggi (PT) salah satunya UNS untuk produksi kereta cepat. Selain UNS, juga menggandeng ITS, ITB, UGM, Undip, dan UI. Pihaknya menargetkan tahun 2025 PT INKA sudah bisa memproduksi kereta cepat dan tahun 2030 sudah beroperasi.

"Kereta cepat akan menempuh Jakarta- Surabaya dalam waktu 2 jam 57 menit dan berhenti di enam stasiun," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kereta Api Indonesia
  2. PT KAI
  3. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini