Pembunuhan Bocah 10 Tahun di Bandung, Ini Kronologi dan Motif Tersangka

Kamis, 25 November 2021 13:35 Reporter : Aksara Bebey
Pembunuhan Bocah 10 Tahun di Bandung, Ini Kronologi dan Motif Tersangka Ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Remaja berinisial DND (17) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan anak perempuan 10 tahun berinisial AR. Siswa kelas 3 SMA ini pun diduga melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, tersangka DND diduga menghampiri korban yang hendak pulang ke rumah sehabis mengaji pada Selasa (23/11) sekira pukul 19.30 WIB. Ia kemudian membekap korban menggunakan kain hitam dan menyeretnya ke gubuk tidak jauh dari rumah korban di Kampung Cipadaulun, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Di gubuk itu, tersangka memukul korban dengan benda tumpul. Korban yang setengah sadar kemudian diperkosa.

Korban sempat meminta tolong dan mencakar tersangka. Namun pemuda itu kembali memukul dan membekapnya hingga meninggal dunia.

DND sempat berupaya menghilangkan jejak. Dia membungkus korban dengan karung. Setelah itu ia pulang untuk membersihkan diri. Tak berselang lama, saat kabar korban tak pulang ke rumah, ia berpura pura membantu keluarga korban melakukan pencarian bersama warga lain.

Upaya tersangka untuk menyembunyikan perbuatannya gagal total. Hasil olah TKP dan keterangan saksi yang dilakukan pihak kepolisian mengarah padanya.

"Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di dalam karung dengan kondisi mulut dilakban, serta ada luka pada jidat dan kening, luka akibat benda tumpul sesuai dengan hasil autopsi. Kemudian ditemukan ada sperma (di bagian tubuh korban)," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, Kamis (25/11).

Dugaan pemerkosaan pun akan didalami pihak kepolisian dengan melakukan tes DNA, mencocokkan sperma yang ditemukan pada korban dengan terduga pelaku.

"Tetapi berdasarkan keterangan pelaku, memang mengakui melakukan perbuatan tersebut dan juga menghabisi nyawa korban dengan memukul menggunakan kayu yang ada di lokasi untuk menghilangkan jejak bahwa dia sebagai pelakunya," terang dia.

Tersangka Sering Melihat Video Porno

Hendra mengungkapkan, hasil keterangan sementara, tersangka mengaku sering menonton video porno. Pemerkosaan yang diduga dilakukan remaja kelas 3 SMA itu pun berakhir dengan pembunuhan, karena tak ingin perbuatannya diketahui warga.

"Pelaku sering melihat video porno, dalam handphone pelaku kita menemukan banyak sekali koleksi video-video tersebut sehingga memicu pelaku untuk melakukan tindakan tersebut," ucap dia.

"Adapun motif mengapa menghabisi korban, karena tidak ingin terungkap siapa yang melakukan perbuatan cabul tersebut," lanjutnya.

Tersangka Sempat Kabur

DND sempat berpura-pura ikut mencari korban yang tak kunjung pulang. Semua dilakukannya untuk menghindari kecurigaan warga dan polisi.

Setela merasa aman, ia kemudian melarikan diri ke wilayah Majalaya, namun polisi tetap bisa menangkapnya berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti yang dihimpun.

"Yang bersangkutan setelah kejadian masih sempat melakukan pencarian dengan warga sekitar, dan warga juga melihat. Setelah melihat situasi agak tenang, kemudian pelaku melarikan diri di seputar sana juga, di daerah Majalaya kami temukan tersangka," kata Hendra.

Dugaan Pembunuhan Berencana

Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun atau seumur hidup, Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, Pasal 80 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara, Pasal 81 ayat (1) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan anak diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

Pihak kepolisian menduga bahwa lakban dan kain lap untuk menyeret korban sudah disiapkan tersangka DND. "Lakban, kain lap warna hitam disiapkan makanya kami menerapkan pasal pembunuhan berencana juga," pungkas Hendra. [yan]

Baca juga:
Pembunuhan Bocah dalam Karung di Bandung Terungkap, Pelaku adalah Tetangga Korban
Identitas Jenazah Ibu dan Bayi di Kupang Terungkap
Kasus Pembunuhan Advokat Pelapor Penambangan Liar di Kalsel Dilaporkan ke Komnas HAM
Tersangka Suami Siram Istri Pakai Air Keras di Cianjur Minta Didampingi Kedubes Saudi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini