Pembelaan Pelaku Penganiayaan Siswi SMP Pontianak: Tidak Dikeroyok, Satu Lawan Satu

Kamis, 11 April 2019 13:27 Reporter : Merdeka
Pembelaan Pelaku Penganiayaan Siswi SMP Pontianak: Tidak Dikeroyok, Satu Lawan Satu tersangka pengeroyok siswi SMP di Pontianak minta maaf. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh dari 12 siswi SMA yang terkait kasus pengeroyokan siswi SMP berinisial ABZ (15) memberikan pembelaan di Pontianak, kemarin. Klarifikasi berlangsung di aula Polresta Pontianak.

Ketujuh pelajar didampingi Komisioner KPPAD Pontianak Alik R Rosyad dan keluarga mereka. Saat memberikan klarifikasi, tujuh pelajar tersebut mengenakan masker penutup wajah. Para pelajar tersebut secara bergantian menyampaikan permintaan maaf kepada korban.

Namun di antara mereka ada yang menyatakan memang tidak berada di dua lokasi kejadian, di Aneka Vapiliun di Jalan Sulawesi dan taman Akcaya di Sutan Syahrir, Pontianak, pada Jumat (29/3), pukul 14.30 WIB.

Dilansir Antara, mereka juga menyatakan kecewa dengan pemberitaan di media sosial yang menyebut mereka melakukan kekerasan dengan mengeroyok secara beramai-ramai. Mereka juga membantah telah menganiaya korban dengan cara-cara seperti yang diungkap di media sosial.

Menurut penuturan mereka, tidak ada pengeroyokan melainkan berkelahi satu lawan satu yang melibatkan tiga orang, yakni Ec dan ABZ, Ll dan ABZ, dan Ar dan ABZ. Sementara teman-teman yang lain hanya menyaksikan dan ada beberapa di antara mereka ternyata tidak berada di lokasi kejadian. Di antara mereka ada yang mencoba untuk melerai perkelahian tersebut, namun khawatir akan dianggap mendukung perkelahian tersebut.

"Jadi kami tidak mengeroyok. Kami berkelahi satu lawan satu," kata salah satu pelajar tersebut.

Kronologi versi Siswi SMA

Salah satu pelajar berinisial Ec (17), mengakui perkelahian dipicu kekesalannya terhadap korban yang sering membully dirinya di media sosial. Dia lantas membuat janji untuk menyelesaikan masalah tersebut pada Sabtu (30/3) malam di tepian sungai Kapuas.

"Tetapi Jumat siang dia menghubungi saya dan mengajak menyelesaikan masalah kami saat itu juga," katanya menjelaskan.

Dari penuturannya, ABZ mengaku tak memiliki kendaraan. Sehingga dia pun dijemput saudara sepupunya yang bernama Pp dengan mengendarai motor. Ec dan ABZ akhirnya bertemu di tempat kejadian. Mereka beradu mulut lantas terjadilah perkelahian. Perkelahian berlanjut ke taman Akcaya yang melibatkan dua rekan Ec yakni Ar dan Ll. Namun tetap satu lawan satu.

Sementara terkait kasus ini, Kepolisian Resort Kota Pontianak telah melakukan visum terhadap korban dan menetapkan tiga tersangka pelaku yakni Ar, Ec, dan Ll.

"Tetapi fakta yang ada itu menjambak rambut, mendorong sampai terjatuh, memiting, dan melempar sendal. Itu ada dilakukan. Dan tidak ada tindakan melukai alat kelamin," kata Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir.

Menurut Kapolresta, sebanyak 9 saksi sudah menjalani pemeriksaan, termasuk saksi korban dan saksi pelapor yakni ibu korban. Dalam kasus tersebut korban juga sudah diambil visumnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini