Pembangunan Infrastruktur Masif di Era Jokowi

Selasa, 20 September 2022 00:24 Reporter : Merdeka
Pembangunan Infrastruktur Masif di Era Jokowi Jokowi didampingi Prabowo Resmikan Jembatan Gantung Wear Fair di Maluku. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Usman Kansong mengatakan pembangunan infrastruktur yang masif dan konsisten di era Presiden Joko Widodo dilakukan demi meningkatkan konektivitas (jalan tol).

Selain itu masifnya pembangunan infrastruktur juga dilakukan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat (air bersih, drainase, fasilitas pendidikan dan kesehatan), serta sebagai penunjang aktivitas ekonomi, demikian kata Usman Kansong, Senin (19/9). Seperti dilansir dari Antara.

Hingga saat ini, total pembangunan tol telah mencapai 2.042 km, sedangkan pembangunan non-tol mencapai 5.515 km. Selain itu, pembangunan proyek bandara telah mencapai 16 bandara dan 38 bandara mendapatkan perbaikan. Pembangunan proyek pelabuhan juga dioptimalisasi dengan 18 pelabuhan baru dan sebanyak 128 pelabuhan mengalami perbaikan.

“Sebelumnya, pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pembangunan jalan tol sepanjang 189,2 km diselesaikan setelah pembangunan sepuluh tahun. Saat ini, presiden Jokowi mendorong pembangunan tol sepanjang 1.540 km di seluruh Indonesia yang mampu diselesaikan dalam tujuh tahun,” kata Usman.

Ia menjelaskan, Presiden Jokowi telah mengedepankan konsep Indonesiasentris, di mana pembangunan tidak hanya berpusat di pulau Jawa dan Sumatra, contohnya pembangunan IKN di Kalimantan serta jalan tol di Sulawesi dan Papua.

Tak hanya pembangunan infrastruktur jalan tol, konstruksi bandara juga turut dipercepat. Percepatan konstruksi bandara turut didorong oleh presiden Jokowi yang mana hingga saat ini, terdapat 29 proyek bandara yang dapat diselesaikan dan 9 konstruksi ditargetkan akan rampung pada tahun 2023. Hal itu merupakan peningkatan karena sebelumnya, hingga tahun 2014, hanya terdapat total 24 pembangunan proyek bandara di Indonesia.

"Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat tinggi. Setiap pergantian Presiden tentu seharusnya ada peningkatan dalam berbagai sektor seperti penyediaan air bersih, revitalisasi infrastruktur dan fasilitas kesehatan (rumah sakit dan Posyandu),” jelas Usman.

2 dari 3 halaman

Air Bersih

Berkaitan dengan ketersediaan air bersih, Usman turut menyampaikan bahwa proyek pembangunan bendungan juga turut dioptimalkan pada masa pemerintahan presiden Jokowi.

Hingga saat ini, terdapat 12 proyek bendungan yang telah selesai dan 27 bendungan akan ditargetkan selesai pada tahun 2024. Padahal, tahun sebelumnya hanya terdapat 14 bendungan yang selesai, sedangkan beberapa proyek bendungan yang lain tidak rampung.

Infrastruktur penopang aktivitas perekonomian masyarakat antara lain pembangunan jalan desa sepanjang 227.000 km, pembangunan embung sebanyak 4.500 unit, 71.000 unit irigasi, jembatan sepanjang total 1.300 meter, pasar desa sebanyak 10.300 unit, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebanyak 57.200 unit, penahan tanah sebanyak 62.500 unit, dan tambat perahu sebanyak 6.100 unit.

Pada masa pandemi, pemerintah melalui Kementerian Kominfo tetap menjalankan pembangunan infrastruktur digital seperti BTS dan satelit, serta tidak mengabaikan pemulihan kesehatan dan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah meneruskan pembangunan dari pemerintahan sebelumnya dan juga fokus pada infrastruktur yang langsung menopang aktivitas perekonomian masyarakat. Peningkatan infrastruktur membangun budaya tertib dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkas Usman.

3 dari 3 halaman

Pembangunan Jembatan

Menurut Pengamat Ekonomi Defiyan Cori, banyak infrastruktur yang sejatinya bisa diselesaikan di era pemerintahan sebelumnya, tapi tak selesai. Kemudian diselesaikan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi, kemudian diperkuat.

Dia memberikan contoh, dari sisi konektivitas, masyarakat saat ini didukung dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga membuat ruang gerak masyarakat semakin leluasa untuk melakukan mobilitas dengan biaya yang murah.

"Logistik pun menjadi lancar dengan infrastruktur yang terbentang. Tak hanya dari sisi panjang jalan saja, tetapi juga dari aksesibilitas dan keterjangkauan, sehingga kinerja logistik menjadi lebih baik," jelas dia.

Defiyan menilai, hal yang paling fenomenal dari pembangunan infrastruktur di era Presiden Jokowi yakni pembangunan bendungan.

"Bendungan ini sangat penting karena berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian," katanya.

Dia menuturkan, keputusan pemerintahan presiden Jokowi untuk membangun banyak jembatan adalah keputusan sangat tepat. "Karena itu akan memperkuat ketahanan pangan kita. Sektor pertanian menjadi semakin produktif," urai Defiyan.

Pencapaian Presiden Jokowi juga dalam pembangunan infrastruktur jalan tol yang sangat membantu memudahkan mobilitas. [ded]

Baca juga:
Pembatasan BBM Subsidi Tinggal Menunggu Restu Jokowi
Mural Bergambar Jokowi di Tembok Warga Solo, Pegang Wayang Presiden Rusia dan Ukraina
Jokowi Minta Kementan Perbaiki Sistem Logistik dan Transportasi Pangan
Jokowi Minta Harga Kedelai Petani Lokal Naik Jadi Rp10.000 per Kg
Moeldoko Balas AHY: Enggak Perlu Bandingkan Infrastruktur SBY & Jokowi, Ada Datanya
AHY Sindir Setahun Gunting Pita, Istana Singgung Pemimpin Kerja Cari Tepuk Tangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini