Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Solo Ditargetkan Beroperasi 2021

Rabu, 23 Oktober 2019 21:34 Reporter : Arie Sunaryo
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Solo Ditargetkan Beroperasi 2021 Wali Kota Solo Ground Breaking Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo didampingi dan Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) melakukan ground breaking tahap pertama proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo Mojosongo, Kecamatan Jebres, Rabu (23/10). Ground breaking ditandai dengan penuangan adonan semen oleh Rudyatmo, Direktur PT SCMPP, Elan Syuherlan dan Direktur Bisnis PT China Construction Bank Indonesia (CCBI), Setyawati Samahita.

Direktur PT SCMPP, Elan Syuherlan mengatakan, ground breaking tersebut menjadi pertanda pembangunan tahap pertama dimulai. Ditargetkan PLTSa akan beroperasi secara komersial pada September 2021.

"PLTSa ini nantinya bisa memproses 450 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 10 Mega Watt," katanya.

Menurutnya, dalam menghasilkan listrik, terdapat 2 tahapan proses. Tahap pertama, dikatakannya, akan mengolah sampah menjadi briket 'biochar. Sedangkan tahap kedua menggunakan metode gasifikasi untuk mengolah briket 'biochar' menjadi listrik.

Untuk mencapai tujuan tersebut, SCMPP akan membangun fasilitas di TPA menjadi 2 tahap.

"Kami menunjuk PT. PP (Persero) sebagai EPC kontraktor untuk pembangunan tahap pertama. Tahap pertama kita olah 450 ton sampah perhari yang menghasilkan biochar 135 ton dan membangkitkan listrik 5 MW untuk diekspor ke jaringan nasional," ujar Elan.

Dinas Lingkungan Hidup Solo, Elan menjelaskan, berperan sebagai penjamin sampah dan PT PLN sebagai pembeli listrik dengan tarif USD 13,35 sen/kWH.

"Nilai investasi yang kita pinjamkan untuk tahap pertama Rp 330 miliar. Pendanaan dibiayai dari 30 persen uquity dan 70 persen pinjaman jangka panjang dari CCBI," imbuh Setyawati Samahita.

Dengan pembangunan PLTSa tersebut, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berharap permasalahan sampah di Kota Bengawan bisa segera teratasi. Dengan listrik yang dihasilkan, ke depan Pemkot Solo bisa memperbaiki pelayanan yang berhubungan dengan sampah.

"Dengan dibangunnya PLTSa ini harapannya masalah sampah selesai. Kalau itu nanti sampah sudah bisa menjadi listrik, otomatis ke depannya kita juga akan melakukan perbaikan-perbaikan pelayanan untuk kebersihan sampah," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini