Pelecehan seksual pun merebak di kantor media

Kamis, 23 Januari 2014 07:00 Reporter : Mohamad Taufik, Ramadhian Fadillah
Pelecehan seksual pun merebak di kantor media Ilustrasi Pemerkosaan, Pencabulan dan Pelecehan Seksual. ©2013 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja. Bukan hanya di angkot, di jalanan, di instansi pemerintahan, atau bahkan di sekolahan. Pelakunya juga bisa siapa saja, mulai buruh, pejabat pemerintah, anggota dewan, anggota polisi dan TNI, ulama, bahkan bos kantor media.

Kemarin, muncul kasus pelecehan seksual yang dilakukan bos kantor media. Kasus pelecehan seksual ini dilaporkan oleh lima wanita ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.

Mereka melaporkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Manajer Divisi Pengembangan Bisnis kantor LKBN ANTARA berinisial F, bos mereka. Menurut suami salah satu korban yang enggan menyebutkan nama, peristiwa itu terjadi pada pertengahan 2013.

"Kejadiannya itu pada Juni-Juli tahun 2013. Kasus ini baru terungkap Oktober 2013," ujar pria itu di depan Gedung SPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/1).

Lebih lanjut si suami menuturkan, peristiwa tersebut terjadi di salah satu ruangan kantor media yang beralamat di bilangan Jakarta Pusat itu. F waktu itu memaksa mencium dan meraba tubuh istrinya.

Kasus ini sebenarnya sempat diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak di internal media tersebut. Namun, lantaran sanksi yang dijatuhkan kurang memuaskan, maka para korban pun sepakat untuk melaporkan bosnya ke Mapolda Metro Jaya.

Sebelum melakukan pelecehan seksual, F, lebih dulu berpura-pura memanggil korban ke ruangannya untuk perkenalan. Di kantor, kemudian F memaksa mencium korban. Hal itu dialami korban lainnya, IW.

"Istri saya bawahan dia. Jadi istri saya mendatangi pelaku di ruangannya karena dipanggil untuk perkenalan," ujar TS, suami IW di Mapolda Metro Jaya.

TS menceritakan, dalam perkenalan itu pelaku dan korban lebih dulu berjabat tangan. Namun saat berjabat tangan, pelaku langsung menarik tangan IW hingga tubuh dan wajah keduanya saling berdekatan. "Dengan cepat pelaku langsung mencium pipi istri saya," ucapnya.

Sebagai bawahan, istri TC tidak berani marah kepada F. Namun beberapa hari kemudian, F kembali memanggil IW untuk datang ke ruangannya. "Karena istri saya takut, saat itu di dalam ruangan istri saya tak mau mendekat. Tapi, waktu mau keluar ruangan, pelaku lari ke pintu mencegat istri saya dan langsung menciuminya," ujarnya.

Dia menambahkan, sebetulnya korban pelecehan F ini ada enam orang. Namun, satu korban menarik diri tidak ikut melapor karena mengalami depresi. Kelima korban pelecehan itu datang ke SPKT Polda Metro Jaya didampingi LBH Apik, Serikat Pekerja Antara Perjuangan (SPAP), dan Komnas Perempuan.

Manajemen LKBN ANTARA telah mengambil langkah terkait masalah dugaan pelecehan seksual ini. Sekretaris perusahaan LKBN ANTARA Iswahyuni mengatakan F telah dicopot sebagai manajer di LKBN ANTARA.

"Semua proses terkait dugaan pelecehan seksual ini sudah dilakukan, hingga Direksi mengambil keputusan untuk mencopot terduga pelaku dari jabatannya dan mengembalikannya sebagai redaktur fungsional di Pemberitaan," kata Iswayuni dalam keterangan pers, Rabu (22/1).

Menurut Iswayuni, jika keputusan ini tidak memuaskan bagi para korban dan terduga pelaku, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada korban untuk meneruskan ke jalur hukum dengan melaporkan kepada Polisi agar dapat dilakukan pembuktian atas dugaan kasus tersebut.

"Jika dugaan perbuatan itu dapat dibuktikan di Pengadilan dalam sebuah putusan yang tetap, maka putusan pengadilan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk menjatuhkan hukuman tambahan, termasuk kemungkinan pemecatan. Sebaliknya, jika tuduhan atas dugaan pelecehan seksual itu tidak terbukti, terduga pelaku dapat direhabilitasi," katanya.

Baca juga:
Di rumah dan pesantren rawan terjadi kekerasan seksual
LKBN ANTARA copot manajer yang lakukan pelecehan seksual
Modus perkenalan, manajer media nasional lecehkan bawahan wanita
Manajer media lecehkan 5 karyawan saat jam kerja
Meraba-raba dan cium karyawan, manajer media dilaporkan polisi

Topik berita Terkait:
  1. Pelecehan Seksual
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini