Pelantikan Presiden, Pesawat Tanpa Awak akan Intai Sniper di Luar TNI-Polri

Minggu, 20 Oktober 2019 11:34 Reporter : Ronald
Pelantikan Presiden, Pesawat Tanpa Awak akan Intai Sniper di Luar TNI-Polri Panglima TNI-Kapolri cek pengamanan jelang pelantikan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - TNI menurunkan segala alutsista dalam pengamanan pelantikan Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024. Salah satunya pesawat tanpa awak atau Drone CH4 yang akan memantau segala pergerakan yang dinilai rawan keamanan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, kalau pesawat tanpa awak itu mampu terbang 8 hingga 9 jam lamanya. "Kalau pesawat tanpa awak itu ada 2 flight karena masing-masing pesawat bisa terbang 8 hingga 9 jam," kata Hadi saat meninjau anggota TNI-Polri di Gedung Graha Jalapuspita, Benhil, Jakarta Pusat, Minggu (20/10).

Pesawat tanpa awak ini akan mendeteksi sniper apabila di sebuah lokasi tak menempatkan anggota dari TNI-Polri.

"Pesawat tanpa awak ini kita terbangkan ada infra red, sehingga kalau ada sniper di atas gedung yang bukan kita tempatkan kita curigai di sana walaupun itu bukan sniper tapi ada metal ada orangnya itu kita curiga," tegasnya.

Dengan adanya curigaan itu, lanjut Hadi, informasi akan disampaikan ke helikopter yang memantau mengitari Jakarta. Dari informasi itu, anggota TNI-Polri bergerak untuk mengecek lokasi yang dicurigai tersebut.

"Kalau untuk drone operasinya Jakarta semua. Kemudian helikopter itu khusus wilayah yang kita curiga, jadi tidak begitu luas, jadi kalau di atas gedung DPR/MPR sedang survei di sana. Sedangkan boeing langsung dari ketinggian 16.000 tembak setiap pos-pos yang sebutkan tadi, kemudian diyakinkan oleh helikopter," jelasnya.

"Jadi pesawat tanpa awak itu memiliki kemampuan khusus dalam pengamanan. Di mana memiliki sensor yang mampu mendeteksi sensor ancaman," jelasnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini