Pelaku ujaran kebencian ditangkap Densus di Kalbar diduga anggota teroris

Senin, 11 Desember 2017 11:47 Reporter : Ahda Bayhaqi
Pelaku ujaran kebencian ditangkap Densus di Kalbar diduga anggota teroris Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - KR (45) dan JS (15), pasangan ayah-anak ditangkap Densus 88 di kediamannya di Jalan Pangedan Cinata, Desa Raja, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Mereka diamankan dalam kasus ujaran kebencian.

Selain itu, keduanya juga terhubung dengan jaringan teroris. Setelah pengembangan keduanya, ada tiga orang lain yang ditangkap.

"Itu banyak dibilang teroris padahal kaitannya ujaran kebencian. Kemudian ditangkap lainnya tiga orang terkait mereka," ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/12).

Kendati keduanya terlibat dengan jaringan teroris, namun polisi tak menjerat dengan dugaan terorisme. Martinus mengatakan masih melakukan pendalaman.

"Dari situ baru keliatan ada. Kita kenakan bukan itu," ucap dia.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap KR dan JS atas dugaan ujaran kebencian terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Mereka merupakan ayah dan anak yang tinggal di Jalan Pangedan Cinata, Desa Raja, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Keduanya diamankan, Sabtu (9/12) sekitar pukul 20.30 Wib.

"Tadi pagi sekitar pukul 05.30 Wib, keduanya dibawa oleh Tim Densus 88 ke Mapolda Kalbar," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo dilansir dari Antara, Minggu (10/12).

KR bekerja di salah satu instansi pemerintah Dinas Kesehatan di Anjongan, Kabupaten Mempawah. "Benar ada penangkapan terhadap terduga kasus ujaran kebencian yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolda Kalbar," ungkapnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini