Pelaku Perjalanan ke Aceh Diwajibkan Bawa Hasil Rapid Test Antigen

Jumat, 21 Mei 2021 13:39 Reporter : Alfath Asmunda
Pelaku Perjalanan ke Aceh Diwajibkan Bawa Hasil Rapid Test Antigen Petugas gabungan memeriksa bus yang masuk ke wilayah Aceh. ©Istimewa/Ditlantas Polda Aceh

Merdeka.com - Polda Aceh telah menolak 668 kendaraan yang mencoba memasuki Aceh selama masa larangan mudik, 6 hingga 17 Mei lalu. Setelah periode itu, pengetatan masih berlangsung dan pelaku perjalanan yang ingin ke wilayah Serambi Mekkah diwajibkan membawa surat hasil rapid test antigen.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, 668 kendaraan yang dipaksa putar balik di empat pos perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara, di antaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Kendaraan yang ditolak masuk terdiri dari roda dua, roda empat pribadi, bus, hingga pengangkut barang.

Ratusan kendaraan itu dipaksa putar balik karena pengendara dan penumpangnya tidak mematuhi imbauan pemerintah. Mereka di antaranya tidak membawa surat hasil tes swab antigen, yang merupakan salah satu syarat masuk antarprovinsi saat larangan mudik berlaku.

"Di pos penyekatan juga dilakukan rapid test antigen terhadap 90 orang pelintas secara acak, dengan hasil 1 orang reaktif Covid-19 dan 89 orang nonreaktif," kata Dicky, Jumat (21/5).

Kendati kebijakan larangan mudik sudah berakhir, setiap pelaku perjalanan yang masuk Aceh melalui empat pos perbatasan dengan Sumatera Utara itu tetap diwajibkan membawa surat rapid test antigen. Kebijakan ini berlaku hingga 24 Mei 2021 mendatang,

Dia menjelaskan, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 saat arus balik Lebaran 2021.

"Setiap penumpang dan pengemudi yang masuk Aceh akan diperiksa ketat di empat pos perbatasan itu," ujarnya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini