Pelaku penyebar berita palsu Akbar Faizal mengaku bermotif pribadi

Senin, 30 Oktober 2017 15:34 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Pelaku penyebar berita palsu Akbar Faizal mengaku bermotif pribadi Akbar Faizal jenguk Anas. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, kasus berita bohong yang disebarkan oleh Fajar Agustanto untuk Akbar Faizal sejauh ini bermotif pribadi. Kepolisian pun masih mendalami apakah kasus tersebut pesanan dari pihak lain atau bukan.

"Masih kita dalami, pengakuan sementara ini hanya pribadi saja memuatnya dari portal berita yang dimiliki oleh yang bersangkutan. Kami dalami, atau ini motif sendiri atau memang ada korelasi dengan pihak lain," kata Fadil di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

Fadil melanjutkan, saat ini kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah Buku Tabungan Bank BRI atas nama Indhi Ery Dhani (istri Fajar) yang telah digunakan untuk transfer pembayaran domain. Ada pula

tujuh buah hard disk, dua HP, merek Samsung & Hisense.

"Kemarin kita ada menyita buku tabungan, tapi buku tabungan itu hanya untuk menyewa nama domain, penyelenggara Internet," ucap Fadil.

Fadil menambahkan, penyidik siber Bareskrim juga masih menelusuri akun lain yang memuat berita berita palsu. Kepolisan juga mengumpulkan fakta-fakta apakah perkara ini memiliki relasi dengan pihak lain atau tidak.

"Ini makanya jadi catatan juga bagi rekan-rekan media, terutama yang tidak terdaftar di Dewan Pers. Juga bagi publiknya untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang tidak jelas sumbernya. Jadi kami akan terus mencari sumber berita yang tidak berpedoman pada etika dan hukum jurnalisme di Indonesia," lanjut Fadil.

Fadil menegaskan, dirinya tak mencampuri apakah ini urusan politik atau tidak. Pihaknya hanya mengacu pada unsur pidana undang-undang ITE.

"Soal profesinya sebagai anggota, sebagai pengurus, dari lembaga partai politik, organisasi kemasyarakatan, itu saya tidak peduli, saya melihat sisi ITE nya. Kita kenakan pasal 310, 311, pasal pokoknya adalah pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE yang menyebarkan berita dengan unsur fitnah, pencemaran nama baik dan merusak reputasi orang," tutupnya.

Fajar diciduk Tim Cyber Mabes Polri atas laporan Akbar Faizal melalui pengacaranya, Adiwira Setiawan, kepada Bareskrim Polri atas pemberitaan fitnah di beberapa portal berita yang selanjutnya berkembang di media sosial.

Akbar Faizal diberitakan memiliki uang simpanan di Singapura yang didapatkan dari korupsi APBN sebesar USD 25 juta, rumah mewah penuh emas di Makassar, penikmat duit haram e-KTP dan memiliki istri simpanan di kawasan villa mewah Dago Pakar Bandung. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Akbar Faizal
  2. Berita Hoax
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini