Pelaku mengaku bahan berita fitnah tentang Akbar Faizal dari Twitter & menyadur media

Rabu, 10 Januari 2018 16:02 Reporter : Ronald
Pelaku mengaku bahan berita fitnah tentang Akbar Faizal dari Twitter & menyadur media Polisi rilis pelaku yang menyebarkan fitnah terhadap Akbar Faisal. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Tim Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri meringkus admin sekaligus Pemred dari portal berita Publik News, Hurry Rauf. Ia dibekuk setelah menyebarkan berita pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap politisi partai NasDem, Akbar Faizal.

"Kita sudah koordinasi ke dewan pers ternyata portal berita itu enggak terdaftar. Apa yang dia sampaikan bukan produk jurnalistik. Setelah kami koordinasi ke ahli, kemudian memenuhi unsur, baru kami lakukan upaya paksa penangkapan," kata Kanit ISI Subdit II Cyber Crime Mabes Polri AKBP Irwansyah, di gedung Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Berdasarkan pemeriksaan, Rauf mengaku bahan pembuatan berita itu mengutip dari akun Twitter bernama plato.id. Dari akun itu, ia menulis kembali hingga menjadi sebuah berita yang berisikan fitnah terhadap Akbar Faizal.

"Yang bersangkutan ambil tulisan tersebut dari akun lainnya, dari akun Twitter. Ada juga beberapa tulisan yang diambil satu satu kemudian digabungkan oleh tersangka. Kemudian ditambahkan kalimat lainnya. Enggak hanya copy paste, ada empat pemberitaan yang dijadikan satu kemudian ditambahkan pemberitaan lainnya," kata Irwansyah.

Irwansyah mengatakan, portal berita Publik News dikendalikan empat orang admin. Namun, yang meng-upload semua tulisan tersebut adalah Hurry Rauf.

"Untuk sementara masih inisiatif sendiri. Hal lain masih didalami apakah ada pemberian uang atau yang lain enggak ada kaitannya, sudah kami minta keterangan," ujarnya.

Tersangka terancam Pasal 27 ayat 3 UU ITE, dan Pasal 310, Pasal 311 tentang pencemaran nama baik akibat perbuatannya. Ancaman hukumannya empat tahun penjara terancam diterima pelaku.

Sementara itu, Akbar Faizal mengaku takjub dengan alat teknologi baru dimiliki oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri. Ia takjub setelah pelaku ujaran kebencian dapat dilacak dengan waktu singkat.

"Saya juga hari ini baru tahu ternyata alat teknologi dan SDM Polri ternyata canggih. Ada alat baru yang dua Minggu dioperasikan di mana kalau sebelumnya ada pelaku fitnah, hate speech, kalau sebelumnya berbulan bulan dikejar, melalui teknologi ini cukup lima menit," ujar Akbar Faizal di gedung Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Bahkan, sepengetahuannya pada Maret nanti Polri juga akan mendatangkan alat baru yang tak kalah bersaing dengan luas negeri.

"Maret yang akan datang, alat baru bernama Voyager akan datang. Ini jauh lebih canggih lagi. Identifikasinya tak terbantahkan. Jadi saya atas nama anggota Komisi III sekaligus korban fitnah akan berikan dukungan sepenuhnya kepada Mabes Polri untuk peningkatan kapasitas teknologi dan kapasitas SDM-nya untuk menghadapi seperti ini. Karena ini ancaman yang nyata," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan agar masyarakat jangan coba-coba untuk menyebarkan kebencian di dunia maya. "Saya sampaikan pada kita semua, kepada yang suka, hobi, atau menjadikan pekerjaan memfitnah, berhentilah. Karna menurut penjelasan yang saya dengar, teknologi ini bisa mentracking akun yang sudah tidak aktif sekalipun dan sudah dihapus, itu masih bisa dikejar," pungkasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini