Pelaku bom panci di Bandung bekerja sendiri

Senin, 10 Juli 2017 13:00 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Pelaku bom panci di Bandung bekerja sendiri Pelaku bom panci di Bandung. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaku bom panci di Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung masuk dalam kategori lone wolf atau beraksi sendiri. Agus Wiguna (22) bergerak sendiri yang terpengaruh pemahaman radikal yang dia pelajari dari internet.

"Dia Agus ini memang bekerja sendiri atau disebut lone wolf. Sama seperti yang terjadi di dekat Masjid Fatahilah yang dilakukan secara sendiri. Jadi dia (Agus) belajar dari internet baik itu pembuatan dan pemahaman jihad juga belajar dari situs internet," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus usai menghadiri apel HUT Bhayangkara ke-71 di Lapang Gasibu, Kota Bandung, Senin (10/7).

Pemahaman yang tidak terkendali membuat Agus menebarkan rasa kebencian kepada agama tertentu dan Kepolisian. Sehingga dalam penyelidikan sementara yang dilakukan, Agus memang sudah memetakan sasaran bom panci seorang diri di cafe dan gereja.

"Ya karena dia menanamkan ada rasa kebencian satu agama dan pada aparat," imbuhnya.

Beruntung aksinya gagal setelah bom yang sudah dirakit meledak di rumah kontrakannya di Kampung Kubang Bereum RT 07 RW 11, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu (8/7). Bom bermaterialkan panci, gotri dan paku itu meledak meski berdaya ledak rendah dan tidak mengakibatkan korban luka maupun jiwa.

Dia melanjutkan, dalam hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pihaknya belum menemukan keterkaitan jaringan mana, seperti pelaku bom panci di Kecamatan Cicendo, pada Februari 2017 lalu.

"Hasil olah TKP dari pemeriksaan laptop, handphone sementara ini dia melakukan sendiri. Ini masih didalami apakah ada jaringan atau tidak JAD. Kita tunggu hasil pemeriksaan," terangnya.

Agus si penjual bakso cuanki itu sudah diperiksa Densus 88 Antiteror Mabes Polri untuk melakukan pengembangan. "Ini kita dalami karena kita enggak bisa percaya begitu saja. Begitu juga dengan masih ditemukannya panci lainnya. Takutnya ada rakitan lainnya yang tidak ada di TKP," imbuh Yusri. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini