Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelajaran Penting dari Gempa Cianjur: Perlunya Peta Rawan Bencana dan Penataan Ruang

Pelajaran Penting dari Gempa Cianjur: Perlunya Peta Rawan Bencana dan Penataan Ruang Kerusakan parah akibat gempa Cianjur. ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Gempa magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur pada Senin (21/11) kemarin. Meskipun kekuatan gempa tidak terlalu besar, tetapi kerusakan dan korban jiwa ditimbulkan sangat banyak.

Secara geografis wilayah Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api sepanjang 40.000 km dan situs aktif seismik yang membentang di Samudra Pasifik. Artinya, diperlukan aturan hunian tahan bencana alam.

Berkaca dari gempa Ciajur, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengatakan hal paling utama yang perlu pemerintah lakukan adalah melakukan identifikasi tingkat kerawanan kebencanaan yang ada di masing-masing daerah sesuai jenis bencananya, terutama gempa bumi.

Suatu bangunan dikatakan tahan gempa jika bagian utama bangunan tersebut, terutama tiang penyangga beban, tidak patah dan dindingnya tidak runtuh. Sehingga bangunan tetap tegak.

"Tentu setiap daerah yang memiliki jenis bencananya, treatmentnya juga berbeda. Bagi daerah yang potensi bencananya gempa, rumah huniannya harus tahan gempa. Bila daerah tersebut potensi longsor, maka tidak boleh didirikan kawasan hunian di daerah berpotensi longsornya tinggi. Bila daerah pinggiran aliran sungai maka tidak boleh didirikan bangunan-bangunan yang berpotensi menimbulkan banjir," kata Ace saat dihubungi merdeka.com, Kamis (24/11).

Ace mengungkapkan, pemerintah perlu merumuskan tata ruang wilayah sesuai aspek kebencanaan berdasarkan peta rawan bencana. Menurutnya, aspek kebencanaan hingga saat ini belum dijadikan pertimbangan kebijakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana alam.

"Yang kedua, dengan adanya peta rawan bencana yang jelas, maka pemerintah bisa merumuskan atau membuat tata ruang wilayah yang memperhatikan aspek kebencanaan. Nah, selama ini kan aspek tata ruang kebencanaan belum menjadi policy recognition," ungkapnya.

"Sehingga, dari situ akan mempengaruhi terhadap bagaimana arsitektur dari tata ruangnya," lanjutnya.

Sejalan dengan Ace, Peneliti Geoteknologi BRIN Adrin Tohari juga menilai, pembangunan hunian dan gedung-gedung pemerintahan hampir di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) untuk bangunan tahan gempa.

"Bisa dikatakan hunian dan bahkan gedung pemerintahan di daerah hampir di seluruh wilayah Indonesia masih belum tahan gempa, karena pembangunannya belum mengikuti kaidah yang benar dan standar yang berlaku," kata Adrin.

Ace meminta, lembaga seperti BNPB dan BPBD agar menggalakkan mitigasi bencana. Karenanya, korban jiwa gempa Cianjur terus bertambah dan banyak yang belum ditemukan. Sosialisasi soal mitigasi bencana perlu diterapkan di sekolah-sekolah dalam upaya mencegah resiko bencana alam.

Selain itu, diperlukan pelatihan untuk membangun hunian yang tahan gempa dengan biaya yang murah perlu diberikan kepada masyarakat di daerah-daerah.

"Upaya mitigasi bencana masih harus terus digalakkan karena masih banyak korban jiwa saat bencana terjadi. Pendidikan pengurangan risiko bencana melalui pendidikan dan pelatihan masyarakat dan pembelajaran di sekolah dasar hingga menengah atas harus menjadi bagian dari program pemerintah pusat dan daerah," jelas dia.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Sebabkan Sejumlah Bangunan Rusak, Ini Fakta di Balik Terjadinya Gempa Batang
Sebabkan Sejumlah Bangunan Rusak, Ini Fakta di Balik Terjadinya Gempa Batang

Bisa jadi gempa yang terjadi di Batang berkaitan erat dengan keberadaan Patahan Weleri yang memanjang sejauh 19 km di Kabupaten Batang.

Baca Selengkapnya
Menguak Jejak Bangunan Tua Peninggalan Belanda di Semarang, Kini Hilang Tak Berbekas
Menguak Jejak Bangunan Tua Peninggalan Belanda di Semarang, Kini Hilang Tak Berbekas

Keberadaan bangunan tua itu tersembunyi di balik keriuhan pertokoan di kawasan Kranggan.

Baca Selengkapnya
5 Jenis Tanaman Peneduh Rumah, Bikin Suasana Sejuk dan Nyaman
5 Jenis Tanaman Peneduh Rumah, Bikin Suasana Sejuk dan Nyaman

Tanaman peneduh rumah adalah pohon yang ditanam di sekitar rumah untuk membuat teduh dan memberikan kenyamanan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Dibangun Tahun 1886, Bekas Rumah Bupati Cianjur Ini Jadi Tempat Terbentuknya Tentara Peta
Dibangun Tahun 1886, Bekas Rumah Bupati Cianjur Ini Jadi Tempat Terbentuknya Tentara Peta

Dulu banyak peristiwa penting yang terjadi di bangunan kuno ini.

Baca Selengkapnya
Macam-Macam Bencana Alam dan Penyebabnya, Penting Dipelajari
Macam-Macam Bencana Alam dan Penyebabnya, Penting Dipelajari

Dari gempa bumi hingga banjir, bencana alam telah menjadi ancaman konstan bagi manusia sepanjang peradaban.

Baca Selengkapnya
Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun
Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Bangunan ini dulunya sempat miring karena tertiup angin, namun bisa tegak kembali karena tertiup angin dari arah yang berbeda

Baca Selengkapnya
Demi Ganti Untung, Kemenag Kembali Lakukan Pendataan 236 Lahan Milik Warga Terdampak Pembangunan UIII
Demi Ganti Untung, Kemenag Kembali Lakukan Pendataan 236 Lahan Milik Warga Terdampak Pembangunan UIII

Misrad menuturkan, pada pengalaman sebelumnya, Kemenag sudah sukses melakukan pencairan santunan ganti untung terhadap warga terdampak lahan pembangunan UIII.

Baca Selengkapnya
Mengenal Geriten, Rumah Penyimpanan Tulang-belulang Nenek Moyang Batak Karo yang Penuh Makna
Mengenal Geriten, Rumah Penyimpanan Tulang-belulang Nenek Moyang Batak Karo yang Penuh Makna

Secara umum geriten hampir mirip seperti bangunan tradisional milik Suku Batak Karo yaitu siwaluh jabu, hanya saja ukuran dari rumah ini lebih kecil.

Baca Selengkapnya
Pengungsi Masih Bertahan, Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang di Sumbar Diperpanjang
Pengungsi Masih Bertahan, Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang di Sumbar Diperpanjang

Perpanjangan masa tanggap darurat bencana bertujuan untuk mengupayakan semua pengungsi bisa kembali beraktivitas.

Baca Selengkapnya