Pejabat BNN minta polisi tindak siswi di Medan pencatut namanya

Kamis, 7 April 2016 12:02 Reporter : Yan Muhardiansyah
Pejabat BNN minta polisi tindak siswi di Medan pencatut namanya Siswi ngaku anak jenderal. ©instagram.com/sonyadepari

Merdeka.com - Deputi Pemberantasan badan Narkotika Nasional Arman Depari memastikan bahwa Sonya Ekarina br Sembiring Depari bukan anaknya. Arman juga meminta Sonya ditindak bila benar melakukan pelanggaran.

Sonya merupakan siswi SMA Methodist 1 Medan mengaku anak Arman dan berani membentak Polwan saat disetop konvoi usai ujian nasional (UN) kemarin.

Kepastian bahwa Sonya bukan anak Arman ditegaskan Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto. Dia mengklaim langsung ditelepon langsung Arman. Menurut Mardiaz, Arman juga meminta Sonya untuk ditindak.

"Beliau (Arman Depari) mengatakan, apabila ada pelanggaran, tindak saja," kata Mardiaz, Kamis (7/4).

Menurut Mardiaz, tidak dipungkiri bila Arman dan Sonya memiliki ikatan kekerabatan. Meski begitu, kata Diaz, siswi cantik bentak Polwan bukan anak kandung Arman.

"Tadi malam beliau (Arman Depari) menelepon saya untuk mengonfirmasi siswi yang ada di medsos itu bukan anaknya. Walaupun tadi pagi kita mengetahui bahwa marganya sama. Dan kita ketahui di Sumatera Utara ini, terutama pada masyarakat Batak, Mandailing, kalau satu marga dianggap satu keluarga," ujarnya

Mengenai pencatutan nama jenderal, Mardiaz mengatakan mereka sebenarnya tidak mempersoalkannya.

"Sebetulnya pencatutan nama tidak masalah bagi kami. Mau bawa nama siapa pun kalau salah harus ditindak," jelasnya.

Kata dia, Sonya dan kawan-kawan sengaja dilepaskan karena saat itu polisi memang bertindak persuasif terhadap siswa. Sebab para siswa tengah dilanda euforia setelah selesai UN. "Begitu kita hentikan kita imbau untuk kembali ke rumah masing-masing," pungkasnya.

Ikatan kekerabatan itu juga terlihat dari instagram @Sonyadepari dan akun twitter @Sonyaa_Ungu milik siswi yang diketahui bernama Sonya Ekarina br Sembiring Depari itu. Dia menyebut Arman Depari dengan "Pauda" atau paman. Bahkan di akun twitternya ada foto Arman Depari bersama anak-anaknya sedang berada di hadapan jenazah yang disebut Sonya sebagai nenek.

Akun instagram @Sonyadepari ramai dengan bully. Namun, akun itu disebutkan kena hack sejak beberapa hari lalu. Kini Sonya memiliki akun @Sonyadeparii, namun bersifat pribadi.

Seperti diberitakan, seorang siswi yang belakangan diketahui bernama Sonya bertindak arogan setelah mobil Honda Brio yang mereka tumpangi dihentikan ketika konvoi di Jalan Sudirman, Medan, Rabu (6/4) sore. Siswi yang baru melakukan aksi corat-coret setelah UN itu disetop karena membuja pintu bagasi belakang.

Selain protes, siswi itu mengancam perwira Polantas dan menyatakan dirinya anak dari Arman Depari. "Oke Bu ya, aku nggak main-main ya Bu. Kutandai Ibu ya. Aku anak Arman Depari," ucapnya.

Peristiwa ini pun menjadi pemberitaan dan ramai dibicarakan di media sosial. Apalagi, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari membantah siswi itu anaknya. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini