Pegawai SD di Kupang Ditemukan Tewas Bunuh Diri Pakai Kabel Listrik

Jumat, 26 November 2021 00:42 Reporter : Ananias Petrus
Pegawai SD di Kupang Ditemukan Tewas Bunuh Diri Pakai Kabel Listrik Ilustrasi gantung diri. ©shutterstock.com

Merdeka.com - BMN (22), seorang warga yang tinggal di pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas, Kamis (15/11) malam. Korban tewas dengan cara gantung diri menggunakan kabel listrik yang diikat pada kayu di dalam kamarnya.

Korban merupakan tenaga tata usaha pada salah satu sekolah dasar swasta di Kelurahan Airnona Kota Kupang dan merupakan salah satu mahasiswa sebuah fakultas di Universitas Muhammadiyah Kupang.

Daniel N (16), adik korban mengaku kalau pada Kamis (25/11) siang sekitar pukul 13.30 Wita, saat pulang sekolah dan masuk rumah ia sempat menegur korban.

Kemudian korban masuk kembali ke dalam kamar mengambil jaket dan setelah memakai jaket korban langsung menutup pintu kamarnya. Sekitar pukul 18.00 Wita, ibu korban hendak masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian.

Namun saat pintu diketuk sebanyak lima kali, tidak ada jawaban dari korban. Ibu korban meminta Daniel untuk naik ke atas meja makan dan melihat ke dalam kamar.

Saat Daniel melihat ke dalam kamar ia kaget, karena menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan kabel listrik berwarna putih, yang diikat pada sebuah kayu.

Kabel tersebut diikat pada leher dengan posisi tergantung menggunakan jaket warna hitam dan celana pendek warna abu-abu.

Setelah mengetahui bahwa korban telah bunuh diri, Daniel langsung memberitahukan kepada kedua orang tua mereka serta warga sekitar.

Orang tua korban dan warga sekitar langsung mendobrak pintu kamar.Mereka langsung memotong jeratan kabel yang diikat pada kayu balok yang berada di dalam kamar, lalu melepas simpul yang terikat pada leher korban untuk diturunkan.

Warga lain kemudian melaporkan ke Polsek Kelapa Lima. Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar bersama anggota dan piket SPKT serta anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Fatubesi langsung ke lokasi kejadian.

Saat Kapolsek Kelapa Lima, Kanit Reskrim dan anggota tiba di lokasi kejadian, jenazah korban sudah diturunkan oleh keluarga dan warga sekitar.

Anggota Polsek Kelapa Lima dan petugas identifikasi Polres Kupang Kota ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ada bekas jeratan kabel pada leher.

"Korban murni meninggal karena gantung diri. Tidak ditemukan unsur dan tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, Kamis (25/11) malam.

Polisi juga memastikan tidak ada indikasi korban dibunuh namun murni gantung diri. Walau demikian, polisi akan mendalami latar belakang korban bunuh diri.

"Kita dalami mungkin ada masalah pribadi atau sakit, namun pada dasarnya keluarga menerima kematian korban," jelas Sepuh Siregar.

Polisi juga menemukan beberapa resep dan obat di kamar korban, sehingga polisi masih mengecek keterkaitan hal tersebut. Keluarga juga ikhlas menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi.

Keluarga kemudian membuat surat pernyataan penolakan otopsi sehingga pihak kepolisian menyerahkan jenazah korban ke pihak keluarga.

Polisi juga mendapatkan informasi kalau selama ini korban mengalami sakit lambung akut, yang sudah diderita korban sejak dua tahun lalu.

Korban juga rutin kontrol dan berobat ke rumah sakit umum S. K Lerik Kota Kupang. Adik korban juga mengakui kalau selama ini korban selalu tertutup. "Saat mama tanya soal sakitnya, korban juga tidak menceritakan," tutup Sepuh Siregar. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bunuh Diri
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini