Pegawai Curi Uang Rp5 Miliar, Bank Riau Kepri Ganti Uang Nasabah

Selasa, 28 Juni 2022 14:07 Reporter : Abdullah Sani
Pegawai Curi Uang Rp5 Miliar, Bank Riau Kepri Ganti Uang Nasabah mata uang rupiah. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Seorang pegawai Bank Riau Kepri Rezky Purwanto (33) diserahkan ke polisi usai menilap uang nasabah Rp5 miliar. Uang itu sebagian digunakan untuk main judi slot oleh pelaku.

Direktur Utama Bank Riau Kepri, Andi Buchari memastikan mengganti uang nasabah yang dicuri pegawai. Dia mengaku tidak pernah kompromi dengan pegawai yang terbukti melakukan fraud alias tindakan kecurangan merugikan bank.

"Bank Riau Kepri sudah memiliki sistem internal kontrol dan investigasi fraud yang dapat mendeteksi dengan baik kasus kecurangan pegawai," kata Buchari saat dihubungi merdeka.com, Selasa (28/6).

Buchari menegaskan, sebagai langkah penegakan hukum, Bank Riau Kepri melakukan pelaporan ke kepolisian. Hal itu dilakukan untuk memberi peringatan kepada seluruh pegawai bahwa Bank Riau Kepri dalam menindak tegas pelaku kecurangan.

"Penindakan pelaporan segera dan penahanan pelaku terhadap kasus kecurangan ini adalah untuk memberi dampak positif dalam rangka konversi BRK menjadi Syariah. Sehingga ke depan diharapkan dapat mencegah pegawai untuk melakukan fraud," tegas Buchari.

Dia memastikan keamanan uang nasabah usai kejadian pencurian itu. Langkah pertama yang dilakukan, kata Buchari, Bank Riau mengembalikan uang nasabah tersebut.

"Yang terpenting itu tidak ada kerugian di pihak nasabah, Bank Riau Kepri memastikan dana nasabah tetap aman," tandasnya.

Kabag Komunikasi Perusahaan Bank Riau Kepri Dwi Harsadi Putra menambahkan sejauh ini tidak ada dana nasabah yang melapor karena dirugikan atas perbuatan tersangka.

"Tidak ada nasabah yang dirugikan dalam kasus ini, karena sudah kita ganti. Kita menjamin keamanan dana nasabah," kata Dwi kepada merdeka.com.

Dwi mengklaim pihak bank melakukan pengawasan ketat terhadap semua transaksi di Bank Riau. Dari hasil investigasi internal, baru satu orang yang terlibat.

"Prinsipnya kita ada pengawasan ketat terhadap segala transaksi di BRK. Sejauh ini belum ada pihak lain terlibat, masih satu orang ini saja," jelasnya.

Tersangka Rezky sempat menghubungi salah satu rekannya sesama di Bank Riau untuk membantunya menemukan data nasabah. Hal itu terungkap dari kesaksiannya di kepolisian.

"Iya ada rekannya yang sempat dihubungi pelaku, dia sebagai customer service, di Pasir Pangaraian, kita minta keterangan saja. Ini akan kami usut tuntas dan pelaku bisa melakukan itu karena dia pernah menempati posisi-posisi yang ada," ucapnya.

Dwi menyampaikan kasus itu terungkap berdasarkan sistem di Bank Riau. Meskipun sudah terjadi selama dua tahun dan baru terungkap, namun Dwi memastikan segala kecurangan di Bank Riau tetap ketahuan.

"Untuk pengawasan kita ketat. Makanya kemarin kan juga kita identifikasi langsung kita laporkan setelah ada audit internal. Manajemen cukup tegas pada pegawai yang terindikasi melakukan kecurangan. Tidak ada kompromi, artinya semua pasti bisa terungkap," pungkasnya.

[cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Perbankan
  4. KILAS
  5. Pekanbaru
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini