Pegawai BUMN Terlibat Terorisme, DPR Minta Khutbah di Masjid BUMN Diperhatikan

Jumat, 15 November 2019 11:36 Reporter : Merdeka
Pegawai BUMN Terlibat Terorisme, DPR Minta Khutbah di Masjid BUMN Diperhatikan Maman Imanul Haq. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris di Cilegon yang ternyata karyawan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Anggota Komisi VIII Fraksi PKB, Maman Imanulhaq mengungkapkan, pernah mengingatkan pada Kemenag bahwa Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kemendikbud memiliki jajaran yang dicap radikal dan perlu diperhatikan. Maman juga mengimbau agar pemerintah lebih ketat lagi melakukan seleksi calon ASN dan pegawai BUMN.

"Perlu ada seleksi yang ketat bagi siapapun yang mau masuk BUMN, ASN. Termasuk dites bagaimana komitmen kebangsaannya soal ideologi pancasila soal NKRI," katanya.

Maman mengusulkan agar masjid-masjid di BUMN dipegang pejabat eselon yang terbukti toleran dan juga memperhatikan khotbah yang menyejukkan. Jangan hanya petugas kebersihan saja yang menjaga masjid.

"Saya usul masjid-masjid di BUMN tidak dipegang sembarang orang paling tidak dipegang eselon II, sepangkat direktur supaya bisa terlihat kalau ada suatu masjid mengajarkan paham radikal terorisme itu tinggal dipertanggungjawabkan adalah direktur tersebut," katanya.

"Sekarang masjid-masjid diberikan hanya diberikan pada hanya tukang bersih biasa tanpa diberi tanggung jawab apa pun, itu yang bahaya," tambahnya.

Sebelumnya Maman meminta Menag bisa lebih fokus mencegah penyebaran paham radikal di kalangan ASN di sejumlah kementerian.

"Saya berharap Pak Menteri ada koordinasi dengan beberapa kementerian karena sebetulnya yang radikal bukan di Kemenag. Di Kemenag itu isinya kelompok-kelompok toleran, Islamnya Islam yang moderat," kata Maman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Maman menyebut kementerian lain itu adalah Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kemendikbud memiliki jajaran yang dicap radikal dan perlu diperhatikan dan dikoordinasikan.

"Kita lihat di Kemenkeu, di BUMN, Kemendikbud, itu teman-teman itu ada yang dicap radikal. Jadi tolong dikoordinasi," ujarnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini