PDIP Pecat Kader yang Dukung Paslon Lawan di Pilkada Surabaya

Kamis, 19 November 2020 14:52 Reporter : Erwin Yohanes
PDIP Pecat Kader yang Dukung Paslon Lawan di Pilkada Surabaya Djarot Syaiful Hidayat di Peluncuran Buku BTP. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memecat satu persatu kader yang dianggap membangkang terhadap kebijakan partai terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Surabaya.

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat mengatakan partai memecat Mat Mochtar karena melakukan deklarasi dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman. Padahal, PDIP telah mendeklarasikan Paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armudji.

"Mat Mochtar telah dipecat. Kalau mengaku anggota partai harus memiliki kesadaran berorganisasi. Eri Cahyadi-Armudji adalah calon PDI Perjuangan," kata Djarot, Kamis (19/11).

Dia menjelaskan, selama ini keputusan Ketua Umum PDIP Megawati soal Pilkada selalu melakukan kontemplasi. Ia meyakini, apa yang sudah diputuskan Megawati, merupakan keputusan yang didasari untuk masa depan Kota Surabaya.

"Saya tahu persis bagaimana sebelum mengambil keputusan Ibu Megawati melakukan kontemplasi. Bahkan saat itu agar keputusan benar-benar sesuai harapan rakyat Surabaya, sebulan sebelum Eri-Armudji diumumkan, Ibu Mega tidak mau terima tamu, termasuk Bu Risma. Dengan demikian keputusan benar-benar jernih, tulus, untuk masa depan Kota Surabaya. Eri diputuskan sebagai calon karena kepemimpinannya," ujar Djarot.

Disinggung soal Jagad Hari Seno, putra mantan Sekjend PDIP Sutjipto yang turut mendukung lawan, Djarot mengatakan, jika hal itu merupakan bagian dari strategi lawan yang berupaya memecah belah partai.

Atas dasar hal tersebut, Djarot meyakini bahwa justru ketika Eri-Armudji dikepung, dan lawan memiliki begitu banyak logistik dan dana, Surabaya justru semakin bersatu.

"Eri semakin kuat justru karena gemblengan dan kepungan. Apa yang terjadi justru membuktikan bagaimana masyarakat Surabaya memiliki keberanian untuk memilih pemimpin muda yang jujur, berpengalaman, dan visioner. Jadi ketika Surabaya dikepung, seperti halnya ketika Sekutu mengepung Surabaya, perlawanan rakyat untuk mendukung pemimpin yang baik akan semakin kuat," pungkas Djarot.

Sementara itu, menanggapi pemecatannya sebagai kader PDIP, Mat Mochtar mengaku tidak mempermasalahkan. Ia bahkan kembali menegaskan dukungannya pada Machfud, meski telah dipecat oleh partai.

"Aku lapo (kenapa) dipecat. Wong aku guduk (saya bukan) pengurus partai. Dipecat sebagai anggota PDIP ya terserah kalau memecat saya. Yang penting enggak dipecat Allah dan masyarakat," pungkasnya menanggapi. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini