PDIP: Jangan kambinghitamkan Islam dan pesantren di balik terorisme

Kamis, 19 November 2015 16:13 Reporter : Laurencius Simanjuntak
PDIP: Jangan kambinghitamkan Islam dan pesantren di balik terorisme Ahmad Basarah. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi kritik dan protes yang disampaikan berbagai kalangan, khususnya tokoh-tokoh Islam, atas pemberitaan di salah satu media yang bernada mengadu domba antara umat dan partai nasionalis itu.

Dalam pemberitaan di salah satu portal, disebutkan Siti Musdah Mulia, dalam kapasitas sebagai Politikus PDIP, mengeluarkan pernyataan yang dianggap menyinggung perasaan umat Islam.

Wasekjen DPP PDIP yang juga Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Ahmad Basarah menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap Musdah Mulia, yang bersangkutan menyatakan, berita tersebut adalah berita lama yang muncul sebelum bulan Ramadan lalu, kemudian dimunculkan kembali.

Secara substansi, kata Basarah, Musdah Mulia membantah pernah membuat pernyataan tersebut. "Beliau bersedia dikonfrontir dengan media yang mengutip dan memberitakan pernyataan tersebut," ujar Basarah lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (19/11).

Basarah menjelaskan, Siti Musdah Mulia selama ini juga belum pernah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP sehingga pernyataan-pernyataannya tidak dapat dikategorikan sebagai sikap politik partai secara institusional.

"Dan berita tersebut adalah rekayasa untuk punya tendensi untuk mengadu domba," ujar Basarah.

Lebih lanjut, Basarah juga menegaskan, sikap PDIP terhadap dunia Islam dan munculnya berbagai aksi terorisme di dunia sudah sangat jelas, yakni bahwa partai ideologis Bung Karno ini menolak berbagai macam dan bentuk aksi kekerasan dan terorisme atas nama kelompok, golongan dan negara manapun, termasuk mereka yang mempolitisasi kesucian agama.

Basarah menjelaskan, pihaknya menilai penyelesaian berbagai aksi terorisme di dunia tidak bisa hanya menyalahkan dunia Islam saja. Apalagi dengan menuduh secara serampangan sekolah-sekolah Islam dan pesantren di Indonesia sebagai penyebab munculnya terorisme di Indonesia.

"PDI Perjuangan justru mengakui bahwa sekolah-sekolah Islam dan pesantren-pesantren di Indonesia sebagai sarana perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah," ujarnya.

"Sesungguhnya aksi kekerasan terhadap kemanusiaan juga pada awalnya dialami kalangan dunia Islam oleh dunia Barat misalnya ketika mereka mendukung penjajahan bangsa Israel atas bangsa Palestina," imbuhnya.

Di sisi lain, lanjut Basarah, Ketua Umum PDIP Hj Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden RI kelima juga pernah punya sikap yang tegas terhadap aksi unilateral Amerika Serikat ke Irak pada 2004.

Menurut Basarah, pengakuan PDIP terhadap perjuangan Islam juga dibuktikan dengan pendirian Baitul Muslimin Indonesia yang menjadi ormas Islam partai.

"Semua hal tersebut membuktikan bahwa PDI Perjuangan adalah partai politik nasionalis yang juga concern terhadap perjuangan ummat Islam Indonesia, khususnya Islam yang bernapaskan Rahmatan lil Alamiin yang dapat hidup berdampingan dengan penuh semangat persaudaraan dengan semua agama-agama dan kepercayaan yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. Jakarta
  3. PDIP
  4. Islam
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini