PBNU soal pembakaran bendera di Garut: Tindakan Banser dilandasi cinta tanah air

Rabu, 24 Oktober 2018 16:16 Reporter : Hari Ariyanti
PBNU soal pembakaran bendera di Garut: Tindakan Banser dilandasi cinta tanah air PBNU dan Bulog luncurkan Rumah Pangan Santri. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saiq Aqil Siradj angkat bicara soal pembakaran bendera berkalimat tauhid yang disebut GP Ansor adalah bendera HTI. Bendera itu dibakar oleh anggota Banser saat perayaan Hari Santri di Garut, Jawa Barat, Senin (22/10) lalu.

PBNU menyatakan sebagai bentuk jaminan atas tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka segala bentuk upaya menuju makar harus ditindak tegas. Menurutnya, berdasarkan temuan tim pencari fakta yang dibentuk PBNU, pengibaran HTI tak cuma terjadi di Garut.

Menurutnya, hal serupa juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat, yakni Sumedang, Tasikmalaya, Cianjur, dan Bandung Barat.

"Kami menyayangkan aparat keamanan tidak melakukan tindakan terhadap organisasi terlarang HTI," katanya dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/10).

Dia menegaskan tindakan anggota Banser Garut membakar bendera HTI adalah dilandasi atas rasa cinta pada tanah air, bukan untuk memprovokasi dan membuat gaduh.

"Kami minta semua pihak, utamanya kaum Nahdliyin, menjaga ketenangan dan tak terprovokasi," katanya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini