PBNU minta pemerintah RI pro aktif bantu Palestina sikapi pernyataan Trump

Kamis, 7 Desember 2017 16:22 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PBNU kecam Presiden AS Donald Trump akui Yerusalem ibu kota Israel. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan sikap Donald Trump merupakan tindakan yang akan mengacaukan dan merusak perdamaian dunia.

"Sikap tersebut akan membuat situasi dunia menjadi semakin panas dan mengarah pada konflik yang tak berkesudahan," kata Helmy saat jumpa pers bertajuk 'Pengingkaran Kedaulatan Palestina adalah pelanggaran terhadap HAM dan keputusan PBB' di Gedung PBNU, Jalan KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Dia menegaskan, sesungguhnya Yerusalem bukanlah ibu kota Israel melainkan Palestina yang telah diakui kedaulatannya. Dalam konteks ini, PBNU telah mengeluarkan beberapa keputusan pada saat Muktamar NU ke 33 di Jombang yaitu mendukung kemerdekaan negara dan rakyat Palestina.

"Oleh karena itu PBNU mendesak agar PBB segera mengesahkan keanggotaan Negara Palestina menjadi anggota PBB dan memberikan hak yang setara sebagai rakyat dan negara yang merdeka."

NU juga mendesak PBB memberikan sanksi baik politik maupun ekonomi kepada Israel dan negara manapun jika tidak bersedia mengakhiri pendudukan atas negara Palestina. Selanjutnya menyerukan agar negara negara di Timur Tengah untuk bersatu mendukung kemerdekaan Palestina.

PBNU juga mendesak OKI (Organisasi Kerjasama Islam) mengorganisir anggotanya untuk mendukung kemerdekaan Palestina. PBNU mendorong pemerintah Indonesia ikut serta dan proaktif dalam membantu masalah yang terjadi di Palestina.

"Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi," imbuh Helmy.

NU juga menyerukan umat muslim dunia menyampaikan keprihatinannya dan mari bersama sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

"Semoga rakyat Palestina diberikan kekuatan dan ketabahan, semoga tercipta perdamaian di Palestina," ucap Helmy.

Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam pidatonya di Gedung Putih.

"Hari ini kita akhirnya mengakui: Yerusalem adalah ibu kota Israel," kata Trump, seperti dilansir harian the New York Times, Kamis (7/12).

"Ini bukan hanya pengakuan dari kenyataan yang sudah ada, tapi juga hal yang harus dilakukan."

Pengakuan Trump ini mengakhiri kebijakan AS selama ini yang menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak Negeri Bintang Daud itu berdiri pada 1948.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Jokowi meminta agar Trump mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi dewan keamanan dan majelis umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang AS menjadi anggota tetapnya," tegas Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12).

Jokowi berpandangan, keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, pemerintah dan rakyat Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah UUD 1945," tegasnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.