PBNU dan Jerman kerjasama atasi terorisme

Kamis, 15 Maret 2012 09:48 Reporter : Anwar Khumaini
PBNU dan Jerman kerjasama atasi terorisme Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan pemerintah Republik Federal Jerman menjalin kerjasama untuk mengatasi terorisme. Kerjasama tersebut dilakukan dalam penyelenggaraan seminar internasional bertema 'Peran Ulama Pesantren dalam Mengatasi Terorisme Global'.

Ketua Panitia Pelaksana Wiku Wardana, mengatakan, seminar akan diadakan pada tanggal 16-18 Maret 2012 mendatang di Cirebon, Jawa Barat. Pembukaan dilaksanakan di Pondok Pesantren Kempek, Yayasan Kiai Haji Said Siroj, sementara acara inti di Hotel Apita Green, Jl Tuparev, Cirebon, Jawa Barat.

"Untuk peserta kami mengundang perwakilan masing-masing PCNU se Pulau Jawa, Madura, Bali dan Sumatera Selatan. Jumlah peserta lebih kurang seratus orang," kata Wiku dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (15/3).

 

Acara seminar akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai keynote speaker, antara lain Presiden RI ke 3 BJ Habibie, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Norbert Baas, dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Helmi Faishal Zaini. Sementara pembicara yang akan hadir adalah mantan anggota Jemaah Islamiyah Nasir Abas, Ketua badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai.

 

"Kami ingin masyarakat, khususnya di Barat tahu bahwa pesantren bukan penghasil pelaku terorisme. Kami ingin tunjukkan inilah pesantren, khususnya yang diasuh ulama Nahdlatul Ulama, jauh dari ajaran radikalisme dan terorisme," tegas Wiku.

 

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, seminar ini merupakan langkah positif untuk membantu pemberantasan terorisme, khususnya untuk Indonesia. "NU sebagai civil society memiliki kewajiban itu," ujarnya.

 

Sementara Republik Federal Jerman melalui Ruland Schissau, mengatakan pihaknya ikut terlibat dalam seminar ini karena memiliki permasalahan terorisme yang sama dengan Indonesia. Terorisme saat ini diakuinya tidak hanya menjadi permasalahan Indonesia dan Jerman, melainkan sudah hampir seluruh negara di dunia.

 

Schissau juga berharap seminar ini akan menghasilkan masukan atau formula yang tepat untuk upaya pemberantasan terorisme di Indonesia, Jerman dan negara-negara lain di dunia. Bahkan tidak menutup kemungkinan formula yang dihasilkan akan diterapkan dalam upaya perang terhadap terorisme di Jerman. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. PBNU
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini