PAUD Fitri Al Islami di Medan Dibayar dengan Sampah

Jumat, 3 Mei 2019 05:46 Reporter : Yan Muhardiansyah
PAUD Fitri Al Islami di Medan Dibayar dengan Sampah PAUD di Medan. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Zainab Yusuf (47) punya cara untuk mendidik anak-anak sekaligus membersihkan lingkungan di sekitarnya. Dia mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fitri Al Islami dan menerima pembayaran dengan sampah untuk didaur ulang.

PAUD Fitri berlokasi di rumah Zainab di kawasan padat penduduk di Utara Kota Medan, yakni di Lingkungan IV Lorong Mesjid, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Kawasan ini banyak dihuni kalangan kurang mampu dan umumnya berprofesi sebagai nelayan.

Anak-anak di sekitar rumah Zainab memerlukan pendidikan. Sementara masalah sampah menjadi persoalan tersendiri di kawasan itu.

Kondisi itu menginspirasi Zainab untuk mendirikan PAUD Fitri pada 2012. Lembaga itu kemudian disandingkan dengan program bank sampah yang dimulai sejak 2014.

Langkah Zainab mendirikan PAUD dan bank sampah itu juga tak terlepas dari kesusahan Zainab pada 2011. Ketika itu dia hanya berjualan bakso, sedangkan suaminya berprofesi sebagai pengemudi ojek.

2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Ketika tidak punya uang, mereka disurati guru PAUD anaknya untuk mengganti kursi plastik yang patah karena kecerobohan sang anak. "Sejak itu saya bertekad untuk mendirikan PAUD bagi orang tidak mampu. Saya banyak mengikuti kursus PKK," ucap perempuan beranak tiga itu.

Setelah PAUD dan bank sampah terlaksana, orang tua murid di sana tidak perlu membayar biaya pendidikan anak-anaknya dengan uang tunai. Mereka cukup menyerahkan sampah anorganik yang dapat di daur ulang, seperti kertas, karton, koran, botol, plastik, dan lainnya.

Sampah-sampah itu diserahkan orang tua murid setiap Kamis dan dicatat dalam buku tabungan. Sampah yang terkumpul akan dijual kepada pengusaha barang bekas yang bekerja sama dengan PAUD Fitri Al Islami.

"Tabungan yang terkumpul dipotong uang PAUD Rp 30.000 tiap bulan. Setiap tahun sisanya dikembalikan kepada orang tua murid," ujar Zainab.

2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Sumarni, orang tua murid, mengaku sangat terbantu adanya bank sampah di sekolah anaknya. Menurutnya, program itu bukan hanya baik bagi keluarganya, tetapi juga baik bagi lingkungan.

"Kami sangat terbantu untuk membayar uang sekolah. Gak perlu uang tunai, cukup dengan sampah. Kita juga bisa turut menjaga kebersihan," katanya.

Keuletan Zainab dan semangat masyarakat mengumpulkan sampah berbuah manis. Murid PAUD Fitri Al Islami terus bertambah dari awalnya 10 orang menjadi 70 orang saat ini.

Bank sampah di PAUD Zainab banyak mendapat penghargaan. "Pada 2014, 2015 dan 2016 bank sampah kami berhasil meraih bank sampah terbaik di Kota Medan," ungkap Zainab.

Walau program bank sampah di PAUD Fitri sudah berjalan, Zainab berharap ada donatur yang dapat membantu mengembangkan kualitas sekolahnya untuk menjadi semakin baik. Harapannya, lembaga pendidikan itu dapat memberi kontribusi lebih signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini