Pasutri di Gorontalo Nekat Ajarkan Anak Angkat Mencuri

Jumat, 23 Oktober 2020 14:19 Reporter : Ya'cob Billiocta
Pasutri di Gorontalo Nekat Ajarkan Anak Angkat Mencuri Ilustrasi pencurian smartphone. ©2015 Techweekeurope.co.uk

Merdeka.com - Pasangan suami istri (Pasutri) di Gorontalo mengajarkan anak angkatnya kepada hal yang tidak baik. RA (44) dan MP (46) mendidik anak mereka menjadi pencuri.

Kapolsek Kota Barat, IPTU La Ode Hone mengatakan, pengungkapan kasus pasutri ini berawal dari penangkapan anak mereka bernama RR (15). Ternyata, RR hanya anak angkat mereka yang dibawa dari Kabupaten Halmahera Utara waktu masih kecil.

"Sang anak tinggal bersama pasutri ini di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo," kata La Ode. Dikutip dari kepada Liputan6.com, Jumat (23/10).

Setelah anak tersebut tumbuh besar, kemudian pasutri ini mulai mengajarkan RR kepada hal-hal yang tidak baik. Mereka mulai mengajarkan RR untuk mengambil barang milik orang lain.

"Setelah anak ini sudah besar, mereka ajarkan untuk mencuri," ujarnya.

Mungkin karena himpitan ekonomi di tengah pandemi, membuat RA dan MP yang pekerjaannya serabutan ini, dengan terpaksa mengajarkan RR untuk mencuri. Setiap harinya mereka mengantar RR ke lokasi yang menjadi target mereka.

"Ternyata anak ini sudah banyak mencuri di berbagai wilayah di Kota Gorontalo. Saat beraksi, pasutri ini mengantar sang anak di lokasi yang menjadi target," tutur La Ode.

Tercatat, sang anak sudah pernah beroperasi di tiga Kecamatan di Kota Gorontalo. Barang yang digasak pun beragam, mulai dari motor, alat elektronik, uang, pakaian hingga ponsel.

Mirisnya pasutri itu berperan menentukan lokasi pencurian dan mengantar sang anak ke target lokasi. Usai diantar, RR tak diizinkan pulang jika tidak membawa hasil curian.

"Menurut pengakuan anak itu, ia tidak diizinkan pulang sebelum dapat hasil. Bahkan, tidak bisa makan," ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, sang anak terancam pasal 363 ayat 3 sebagai eksekutor. Sementara RA dan MP terancam pasal 363 ayat 1 jo pasal 55 jo pasal 56.

"Mereka sudah kami tahan untuk kita proses hukum lebih lanjut," La Ode menandaskan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini