Pasien Covid-19 Tersisa 9 Orang, RSHS Waspadai Gelombang Ketiga dan Varian Virus Baru

Selasa, 26 Oktober 2021 19:29 Reporter : Aksara Bebey
Pasien Covid-19 Tersisa 9 Orang, RSHS Waspadai Gelombang Ketiga dan Varian Virus Baru Gubernur Ridwan Kamil Serahkan Empat Ventilator ke RSHS. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung tersisa 9 orang. Meski demikian, semua pihak diimbau untuk tetap waspada dengan potensi lonjakan kasus gelombang ketiga pada akhir tahun ini.

Penurunan pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSHS terjadi sejak Agustus lalu. Dari total 130 unit tempat tidur yang disediakan, saat ini hanya tersisa 9 orang yang dirawat. Tingkat keterisiannya berada di angka 0,07 persen. Selain itu, ada dua orang yang menjalani observasi di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan status suspect terpapar Covid-19.

"(Tren kasus Covid-19) Agustus ini tren menurun," ujar Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSHS Bandung dr Yana Akhmad melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa (26/10).

Penurunan yang terjadi sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode Juni dan Juli yang tingkat keterisian penggunaan tempat tidur pasien Covid-19 mencapai 40.5 persen dari total 928 tempat tidur yang disediakan hasil penambahan.

Menyikapi penurunan kasus Covid-19 yang terjadi, pihak rumah sakit tetap menyiagakan sarana dan pendukung fasilitas. Sebabnya, mereka mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 gelombang ketiga pada akhir tahun ini.

"Kami sudah punya pengalaman di lonjakan kemarin. Artikany, sudah siap ruang tidur dan tenaga kesehatan siap pakai begitupun fasilitas tersedia termasuk obat dan oksigen," terang dia.

"Lonjakan (kasus Covid-19) Desember itu bisa saja terjadi, karena memang biasanya kalau protokol kesehatan akhir tahun ada kerumunan, pengalaman akhir tahun sebelumnya pun demikian," ia melanjutkan.

Di sisi lain, ia meminta semua pihak mewaspadai varian baru yang sudah ditemukan di beberapa negara lain. Masyarakat saat ini harus terus dibangun kesadaran pentingnya vaksinasi.

"Harus dicermati kemungkinan adanya mutasi (virus Covid-19) varian baru, tentu kalau kita terus mencermati kasus yang di luar negeri, kasusnya cukup tinggi, harus diantisipasi," pungkasnya.

Baca juga:
Menkes Sebut Molnupiravir Obat Pasien Covid-19 Ringan
Antigen dan PCR Tidak Efektif untuk Syarat Perjalanan, Ini Penjelasan Pakar UGM
Menkes Klaim Tarif PCR Rp300 Ribu Paling Murah di Dunia
Update Kasus Covid-19 Nasional Per 26 Oktober 2021
Kasus Aktif Covid-19 DKI Jakarta di Bawah 1.000 Kasus

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini