Partai Bulan Bintang akan polisikan Ahok

Rabu, 6 April 2016 15:53 Reporter : Anisyah Al Faqir
Partai Bulan Bintang akan polisikan Ahok Pimpinan Partai Bulan Bintang. ©2016 Merdeka.com/anisyah

Merdeka.com - Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), Jamaluddin Karim menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menuding Partai Bulan Bintang (PBB) hendak mengubah Pancasila.

Pernyataan Ahok itu ternyata ditanggapi serius oleh PBB dan akhirnya berbuntut panjang. Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan Ahok ke Mabes Polri atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan fitnah.

"Satu sampai dua minggu ke depan akan kita laporkan ke Mabes Polri," kata Jamaluddin saat menggelar jumpa pers di Markas Besar PBB, Jl. Pasar Minggu Raya KM 18 Jakarta Selatan, Rabu (6/4).

Dia menjelaskan pernyataan Ahok tidak berdasar. Dia mengaku permasalahan tersebut tengah diproses oleh internal partai dalam hal ini lembaga advokasi. "Sudah diserahkan ke lembaga advokasi partai. Yang jelas dari laporan sementara ini bisa diajukan," ujar dia.

Dia mengaku enggan berkomunikasi dengan Ahok untuk meluruskan permasalahan ini. Dia menantang Ahok untuk bersifat kesatria dengan meminta maaf atas pernyataannya tersebut. "Kalau kesatria akan minta maaf, kalau kurawa akan berkelit sana-sini," sindir Jamaluddin.

Pihaknya menilai hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya gejolak dalam internal partai. Terlebih pada para kader partai di seluruh Indonesia.

"Kita buat kaya gini biar enggak ada gejolak. Ini untuk antisipasi kader-kader partai kita di seluruh Indonesia," tutup dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi dengan marah Duta Besar RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra terkait tweet yang dilontarkan adik Yusril Ihza Mahendra tersebut.

"Itu kurang ajar begitu, namanya rasis. Itu Dubes Jepang adiknya Yusril ngomong pakai nasihat. Ini negara bahaya," katanya, di Jakarta, Rabu (30/3).

Ahok menegaskan, ungkapan rasial itu tak mencerminkan Pancasila sila pertama berbunyi, "Ketuhanan Yang Maha Esa". Ahok kemudian mengungkit-ungkit mantan Partai Masyumi yang dibubarkan pemerintahan Orde Lama.

Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpin Yusril mengklaim sebagai partai yang memperjuangkan ideologi Masyumi. "Lain kali jangan taruh orang yang mau ubah sila pertama. Orang PBB pengen ubah Pancasila kayak Masyumi, itu masalah," ujar Ahok ketus. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Bulan Bintang
  2. Ahok
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini