Para wanita pembuat masalah diangkat jadi duta

Minggu, 8 Mei 2016 06:45 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Para wanita pembuat masalah diangkat jadi duta siswi mengaku anak jenderal. merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Masih ingat dengan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) bernama Sonya Ekarina br Sembiring. Siswi SMA Methodist 1 Medan itu, mendadak tenar setelah aksi arogannya kepada polisi wanita ramai diberitakan dan ramai di media sosial.

Aksi Sonya dinilai congkak usai mobil Honda Brio ditumpangi bersama enam temannya saat konvoi merayakan habis ujian di Jalan Sudirman, Medan, Rabu (6/4) sore, dihentikan membentak seorang Polwan. Siswi yang baru melakukan aksi corat-coret setelah UN itu disetop karena membuka pintu bagasi belakang.

Tak terima mobilnya dihentikan, Sonya melawan. Dia membentak dan mengaku sebagai anak Deputi Pemberantasan badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari kepada Polwan itu.

Namun pengakuan itu dibantah Irjen Arman Depari. Kelakuan Sonya itu pun menuai kecaman hingga muncul sindiran netizen di media sosial.

Tepat satu bulan berlalu, Sonya kembali ramai diberitakan. Bukan karena bikin masalah, tapi karena dia diangkat sebagai duta antinarkoba oleh Panitia Perayaan Pra-500 Tahun Reformasi Gereja-gereja.

"Kita memilih Sonya karena dia merupakan salah seorang jemaat yang aktif," kata Ketua Panitia Perayaan Pra-500 Tahun Reformasi Gereja-gereja, Washington Pane, saat dihubungi wartawan, Minggu (8/5).

Menurut Washington, Sonya layak menjadi duta antinarkoba. "Dia anak yang baik juga pintar. Di sekolahnya juga berprestasi," sebutnya.

Sebagai duta, Sonya pun dipercaya membacakan ikrar dan janji pemuda-pemudi gereja perang terhadap narkoba. Janji ini dia bacakan lantang dalam rangkaian acara menyambut perayaan pra-500 tahun reformasi gereja-gereja di Lapangan Benteng, Medan, Sabtu (7/5) pagi.

Kasus serupa juga terjadi dengan pedangdut Zaskia Gotik. Pedangdut yang dikenal dengan 'Si Goyang Itik' itu pernah terseret kasus pelecehan terhadap simbol negara saat menjadi bintang tamu sebuah acara musik di salah satu stasiun televisi swasta.

Zaskia pun dilaporkan sejumlah aktivis ke Polda Metro Jaya. Akibatnya, sejumlah pembawa acara musik itu pun diperiksa penyidik Polda Metro Jaya.

Zaskia Gotik datangi DPR ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Namun kasus itu putus di tengah jalan setelah audensi dilakukan antara pihak pelapor dan kubu Zaskia Gotik. Keduanya sepakat damai dengan permintaan maaf Zaskia kepada publik termasuk kepada anggota DPR dan MPR.

Publik pun kaget ketika pedangdut asal Bekasi, Jawa Barat, itu didapuk sebagai Duta Pancasila yang diinisiasi oleh fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR. Sejumlah pihak menilai pengangkatan Zaskia Gotik sebagai Duta Pancasila, keliru.

Namun, Ketua Fraksi PKB MPR, Abdul Kadir Karding meminta persoalan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Dia mengklaim, Zaskia Gotik tidak sengaja melakukan pelecehan itu.

"Tidak perlu dibesar-besarkan, Zaskia tidak sengaja melakukan pelecehan. Kesalahan itu terjadi secara reflek, lantaran ketidak tahuannya terhadap simbol negara," kata Karding di acara pelatihan untuk pelatih Training Of Trainers (TOT) Sosialisasi Empat Pilar di Lampung, Sabtu (9/4).

Bukan hanya diangkat menjadi duta pancasila, Zaskia Gotik juga dinobatkan sebagai dokter klinik Pancasila oleh Direktur Klinik Pancasila. Direktur Klinik Pancasila, Dodi Susanto mengatakan bahwa Zaskia Gotik saat ini telah dikukuhkan menjadi Dokter Klinik Pancasila, dan pemberian gelar tersebut seolah mematahkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Zaskia Gotik.

Dodi Susanto mengatakan, kekhilafan yang dilakukan Zaskia Gotik biar menjadi sejarah untuk Zaskia Gotik. Selain itu, dia mengakui bahwa apa yang dilakukan Zaskia Gotik merupakan ikhtiar menggelorakan nilai Pancasila.

"Biarlah kekhilafan beliau menjadi sejarah, tetapi ikhtiar Zaskia memperbaiki diri untuk menggelorakan nilai Pancasila menjadi nilai lebih dari perjuangannya," kata Dodi di Jakarta, Jumat (8/4).

Namun, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan Zaskia Gotik bukan dokter Klinik Pancasila. Menurut dia, penyanyi dangdut itu hanya 'pasien' dari Kementerian Pertahanan agar mengetahui dan hafal Pancasila.

"Dia itu bukan doktor, marahlah orang. Bukan gitu, dia (Zaskia) itu 'pasien', kita sebagai dokter kita sembuhin. Bukan dia jadi doktor. Dia harus belajar Pancasila lagi," kata Ryamizard di Kantornya, Jakarta, Rabu (13/4).

Dia mengatakan, Zaskia Gotik sudah meminta maaf atas kesalahan penghinaan lambang negara Pancasila. Oleh sebab itu, Kementerian Pertahanan menjadikan Zaskia sebagai pasien dokter klinik Pancasila.

"Ya dia (Zaskia) sebagai pasien belajar pancasila. Dia (Zaskia) kan gak ngerti, dia menyadari itu. Dokter kita terapi-terapi apa? Ya ngajarin. Dia bukan jadi doktor," kata dia. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini