Para menteri perempuan Jokowi hobi naik motor saat terjebak macet

Kamis, 30 Maret 2017 06:31 Reporter : Mardani
Para menteri perempuan Jokowi hobi naik motor saat terjebak macet Patwal Menteri Susi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemacetan di DKI Jakarta sudah begitu kronis. Hampir di semua jalan dan di setiap waktu, kemacetan terjadi di ibu kota negara itu.

Apalagi jika ada demonstrasi dan kegiatan lain yang dilaksanakan di jalan, kemacetan pasti akan lebih parah terjadi. Rupanya kemacetan juga menjadi masalah yang dihadapi oleh para menteri di pemerintahan Jokowi-JK.

Meski memiliki pengawalan yang bisa membelah kemacetan, tetap saja hal itu tak berpengaruh jika macet sudah terlalu parah. Hal ini juga dialami Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Ceritanya, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Prancis Francois Hollande di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/3) siang kemarin. Menteri Susi pun terlihat telat untuk mendampingi Presiden Jokowi. Saat tiba di Istana, Susi terlihat menaiki motor Patwal karena terjebak macet.

menteri susi pudjiastuti

Menteri Susi Pudjiastuti ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Saat kedatangan Hollande, jalan di sekitar Istana memang ditutup sehingga mengakibatkan kemacetan cukup parah. Jl Veteran III yang biasanya dilewati menteri untuk masuk ke Istana juga ditutup.

Saat ditanya, dari mana menaiki motor patwal menuju Istana, Susi tak menjawab secara gamblang. Dia hanya menyebutkan naik motor dari dekat Istana.

"Dari belokan situ (naik motor)" kata Susi sembari terburu-buru mengenakan jas.

Motor Patwal yang terdapat stiker RI 40 itu terlihat masuk sampai depan gerbang tempat masuk menuju Istana Merdeka. Biasanya, Motor Patwal pengawal Menteri tak ada yang masuk sampai ke dalam Istana.

Selain Menteri Susi, Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga pernah membonceng sepeda motor buat membelah kemacetan Jakarta. Saat itu, demonstrasi gabungan Ormas Islam pada 4 November 2016, mengakibatkan kemacetan yang cukup parah.

rini naik motor

Rini naik motor Syifa Hanifa©2016 Merdeka.com

Alhasil, Menteri Rini memilih membonceng motor Patroli alias Patwal untuk menerobos kemacetan menuju ke Kemenko Perekonomian. Rini mengaku terjebak macet sepanjang jalur Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan menuju Kantor Kemenko Perekonomian di Lapangan Banteng.

"Sudah macet dari sana (kantor)," katanya sambil berjalan menuju lift.

Hal yang sama juga dialami Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Saat terjadi aksi damai ormas Islam 212, Menteri Retno memilih membonceng stafnya menggunakan sepeda motor matic dari kantor Kemenlu di Jalan Taman Pejambon menuju Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Sebab, saat itu semua akses jalan dipenuhi massa dan kemacetan tak terelakan. Perjalanan dari kantor Kemenlu ke Istana Kepresidenan yang berjarak kurang lebih tiga kilometer ditempuhnya sekitar satu jam. Padahal dalam keadaan normal, paling-paling hanya beberapa menit.

menlu retno marsudi

Menlu Retno Marsudi ©2017 Merdeka.com/Ira Astiana

Namun, sesampainya di di Jalan Veteran, Menteri Retno harus turun dan berjalan kaki karena jalan sudah sesak dipenuhi massa.

"Jadi benar-benar sudah enggak bisa bergerak, saya turun dari Jalan Veteran, lalu jalan kaki sampai ke Istana. Jadi itu waktu yang paling lama yang diperlukan dari Jalan Pejambon ke Istana, satu jam," kata Retno sambil tertawa. [dan]

Baca juga:
Terjebak macet, Menteri Susi naik motor Patwal ke Istana
Ahok bakal sikat Dubes dan menteri yang masuk jalur Transjakarta
Menteri agama keluhkan kemacetan Jakarta di Twitter
Terjebak macet, Menteri Susi naik motor Patwal ke Istana
Mendagri minta DKI-Tangerang-Depok bersinergi atasi banjir & macet
Memantau perkembangan proyek Simpang Susun Semanggi
Jokowi yakin Simpang Susun Semanggi bisa beroperasi pertengahan 2017
Urai kemacetan, Kakorlantas ajak warga Jakarta naik sepeda ke kantor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini