Pantau Narkoba dan Pungli, Lapas Surabaya Sediakan Ruang untuk Polisi dan BNN

Rabu, 20 Maret 2019 08:11 Reporter : Erwin Yohanes
Pantau Narkoba dan Pungli, Lapas Surabaya Sediakan Ruang untuk Polisi dan BNN Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dilibatkan untuk mengawasi peredaran narkoba dan pungutan liar (pungli) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo. Kedua institusi ini bahkan diberikan ruang khusus di dalam Lapas, agar dapat melakukan pemantauan secara langsung.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, di Porong Sidoarjo, Suharman menyatakan, pihaknya siap melakukan kolaborasi dengan aparat penegak hukum lain, untuk memberantas peredaran narkoba dan pungli di dalam Lapas.

"Kami siap berkolaborasi dengan aparat penegak hukum lain. Kami akan membukakan pintu seluas-luasnya," tegasnya, Selasa (19/3).

Suharman mengungkapkan, untuk mendukung pelaksanaan teknis pengawasan polisi dan BNN di dalam Lapas, pihaknya telah menyediakan ruangan khusus untuk para aparat penegak hukum tersebut. Letaknya di bagian depan Lapas, tepatnya dekat dengan pintu utama.

"Ruangannya kami taruh depan, agar memudahkan polisi maupun petugas BNN melakukan pemantauan," tuturnya.

Keberadaan ruang ini pun tak lantas membatasi ruang gerak polisi. Pihak Lapas tetap membuka akses yang luas kepada petugas. "Jika ada indikasi petugas atau warga binaan pemasyarakatan terlibat peredaran gelap narkoba, kami akan persilakan untuk segera ditindak, kami kooperatif," terangnya.

Langkah ini pun disambut baik BNNK Sidoarjo. Kepala BNNK Sidoarjo AKBP Toni Sugiyanto mengatakan, dengan adanya ruangan khusus, pihaknya akan semakin mudah melakukan pemantauan di dalam Lapas. "Terima kasih atas atensi dan komitmen yang kuat dari pihak Lapas. Hal ini tentunya akan sangat membantu kami," jelasnya.

Untuk membuktikan komitmennya terkait pemberantasan narkoba, seluruh pegawai termasuk warga binaan dilakukan tes urine. Bahkan, Kalapas Suharman tak luput dari tes ini. "Silakan BNNK memilih siapa saja untuk dites urine, saya yang pertama kali harus dites," ujar Suharman. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini