Panjat crane PLTU Cirebon, 12 aktivis lingkungan dievakuasi paksa

Minggu, 15 Mei 2016 21:30 Reporter : Hery H Winarno
Panjat crane PLTU Cirebon, 12 aktivis lingkungan dievakuasi paksa Aktivis Greenpeace demo P&G. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Polres Cirebon, Jawa Barat, mengevakuasi paksa 12 aktivis yang tergabung dalam koalisi 'Break Free' yang terdiri dari Greenpeace, WALHI dan JATAM. 12 Aktivis itu dievakuasi paksa karena melakukan aksi memanjat crane dan membentangkan spanduk.

"Sudah berhasil kita evakuasi secara paksa ke-12 aktivis yang memanjat crane di PLTU Cirebon," kata Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyanto seperti dikutip dari Antara, Minggu (15/5).

Saat ini ke-12 aktivis itu dibawa ke Polres untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut, mengenai aksi yang dilakukannya tersebut.

Para aktivis membentangkan spanduk besar bertuliskan 'Quit Coal' yang berarti, pemerintah Indonesia harus segera mengambil tindakan beralih dari batubara sebagai sumber energi.

Seperti dikatakan oleh Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Arif Fiyanto, bahwa permintaan tersebut demi kesehatan lingkungan dan keselamatan warga negara yang terdampak batu bara.

Di mana menurut laporan Greenpeace yang bekerjasama dengan Harvard University, polusi dari pembangkit listrik batubara telah menyebabkan 6.500 kematian dini per tahun, karena berbagai penyakit pernapasan.

"Setiap pembangkit listrik tenaga batu bara baru berarti risiko kesehatan tinggi bagi rakyat Indonesia," katanya.

"Dan kematian terjadi lebih cepat dari waktunya akibat stroke, serangan jantung, kanker paru-paru, penyakit jantung dan pernapasan lainnya," katanya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencemaran Lingkungan
  3. Demo
  4. Cirebon
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini