Panglima TNI sebut tak ada pengecualian ungkap korupsi Bakamla

Selasa, 14 Maret 2017 13:17 Reporter : Juven Martua Sitompul
Panglima TNI sebut tak ada pengecualian ungkap korupsi Bakamla Sertijab Danpaspampres. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Nama Kepala badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksdya Arie Soedewo mencul dalam kasus suap pengadaan proyek monitoring satellite di Bakamla. Dalam surat dakwaan, Arie Soedewo disebut ikut mengatur pembagian suap untuk dua pejabat Bakamla.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan semua prajurit TNI harus taat terhadap proses hukum. Menurutnya, tidak ada satu orang pun yang kebal dengan hukum termasuk Arie Soedewo.

"Semua prajurit TNI, termasuk saya. Kalau punya kesalahan harus diperiksa, harus dihukum. Enggak ada pengecualian," kata Gatot di Mako Paspampres, Jakarta, Selasa (14/3).

Gatot kembali menegaskan jika panglima tertinggi TNI adalah hukum. Oleh karenanya, semua anggota TNI wajib patuh terhadap semua proses hukum yang berlaku di Indonesia.

"Sekarang begini, TNI panglima tertingginya adalah hukum. Semua harus patuh dengan hukum," tegas dia.

Kendati begitu, dia mengaku belum tahu terkait hasil dari pemeriksaan internal terhadap Arie Soedewo. "Saya belum tahu hasil pemeriksaanya," pungkas dia.

Sebelumnya, Jaksa KPK membeberkan peran Kabakamla Laksdya Arie Soedewo dalam kasus suap pengadaan proyek monitoring satellite di Bakamla. Jaksa menyebut, Arie Soedewo ikut mengarahkan salah satu tersangka yakni Eko Susilo Hadi untuk memberikan suap kepada dua pejabat Bakamla.

Eko diperintahkan Arie Soedewo memberikan uang kepada Bambang Udoyo dan Nofel Hasan selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi di Bakamla. Dalam surat dakwaan itu disebutkan jika Arie Soedewo meminta Eko menyerahkan uang kepada dua pejabat Bakamla itu masing-masing sebesar Rp 1 miliar. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini