Panglima TNI dan Kapolri Akan Tindak Tegas Aksi Mobilisasi Massa yang Rusak Demokrasi

Kamis, 18 April 2019 13:57 Reporter : Merdeka
Panglima TNI dan Kapolri Akan Tindak Tegas Aksi Mobilisasi Massa yang Rusak Demokrasi Apel Kesiapan Natal. ©2018 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat keamanan karena pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan aman. Panglima tetap mengingatkan TNI-Polri untuk siap siaga menjaga stabilitas keamanan di tahapan selanjutnya usai pencoblosan.

"Kami, tidak akan mentolerir dan menindak tegas semua upaya yang akan mengganggu ketertiban masyarakat, serta aksi-aksi inkonstitusional dan merusak proses demokrasi. NKRI harga mati," tegas Hadi usai rapat koordinasi khusus, terkait pengamanan Pemilu pasca pencoblosan bersama Menkopolhukam dan kementerian lainnya di Jakarta, Kamis (18/4).

Senada, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan mobilisasi massa. Pihaknya sudah membubarkan aksi massa yang dinilai berlebihan.

"Baik mobilisasi merayakan kemenangan misalnya, atau mobilisasi ketidakpuasan ini. Kemarin juga ada di HI, kita bubarkan. Ada dua (pendukung) pasangan yang melakukan mobilisasi, dua-duanya kita bubarkan," ungkap Tito.

Kapolri menyarankan semua pihak menerima apapun nanti keputusan KPU. Apalagi dalam pemilu kali ini angka partisipasi pemilih sangat tinggi.

"Ingat, ini adalah proses demokrasi yang salah satu semenjak reformasi termasuk dihadiri oleh partisipasi publik yang sangat tinggi, di atas 80 persen, melibatkan hampir 180 juta lebih pemilih," jelas Tito.

Dengan demikian, kata Kapolri, siapapun yang terpilih mendapatkan kredibilitas dan legitimasi dukungan rakyat yang tinggi.

"Dan langkah inkonstitusional melawan kehendak rakyat, itu sama saja mengkhianati keinginan rakyat. Dan TNI Polri akan menjaga hal itu," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini