Pandemi Covid-19, Puluhan Karyawan Ramayana Cirebon Mall Kena PHK

Kamis, 9 April 2020 09:16 Reporter : Merdeka
Pandemi Covid-19, Puluhan Karyawan Ramayana Cirebon Mall Kena PHK Ilustrasi PHK karena Corona. ©2020 Merdeka.com/kaltengtoday.com

Merdeka.com - Keputusan pembatasan sosial imbas pandemi Covid-19 membuat sejumlah aktivitas perekonomian terhenti, termasuk aktivitas di pusat perbelanjaan. Ini memberikan dampak kepada para pekerjanya, seperti yang dialami puluhan karyawan Ramayana Cirebon Mall.

Pandemi Covid-19 membuat perekonomian perusahaan yang bergerak di bidang ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk terhenti. Salah satu pusat belanja Cirebon yang pernah eksis itu terpaksa menutup gerainya secara permanen.

Tercatat 20 karyawan mendapat PHK akibat penutupan Ramayana Cirebon. Mereka kehilangan pekerjaan pada masa pandemi.

"Dari hasil pendalaman kami Ramayana itu usahanya memang sudah lesu ditambah dengan adanya pandemi covid-19," ujar Kepala Disnaker Kota Cirebon Agus Sukmanjaya, Rabu (8/4).

Selama beroperasi, omzet perusahaan ritel tersebut menurun. Pandemi Covid-19 yang mengharuskan warga untuk beraktivitas dari rumah dianggap sebagai puncak dari lesunya usaha Ramayana Cirebon itu.

Agus mengaku sudah menerima informasi soal PHK karyawan Ramayana Cirebon Mall. Keputusan PHK, kata dia, sudah berdasarkan pertimbangan di internal perusahaan.

"Akhirnya manajemen pusat Ramayana di Jakarta memutuskan untuk memberhentikan 20 orang karyawannya," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Dia mengaku sudah mengantisipasi kondisi tersebut di tengah pandemi covid-19 di Cirebon. Disnaker sudah meminta kepada pemilik perusahaan untuk memberikan pesangon dan hak karyawan lainnya.

"Hak karyawan sudah dibayar sesuai dengan ketentuan perundangan, kami memastikan prosesnya sudah benar alias tidak melalui proses mediasi formal oleh kami," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Agus mengaku akan berupaya memberikan perlindungan kepada pekerja yang di-PHK di tengah Pandemi Covid-19. Pemkot Cirebon, kata dia, sedang berupaya memberi keringanan dan penundaan pembayaran pajak daerah yang menjadi kewajiban perusahaan.

Rencana kebijakan tersebut merespon lesunya aktivitas ekonomi perusahaan swasta di daerah yang berimbas kepada PHK karyawan.

"Kami beri surat edaran juga ke perusahaan di Kota Cirebon agar tidak melakukan PHK massal selama pembatasan sosial ini," jelasnya.

Selain itu, Pemkot Cirebon tengah berupaya membantu memberi insentif atau subsidi penghasilan bagi tenaga kerja atau karyawan yang di-PHK akibat penerapan pembatasan sosial.

"Kami juga akan memberi usulan kepada pemerintah pusat untuk menunda pembayaran begitu seluruh karyawan yang mempunyai cicilan/angsuran kepada bank atau leasing. Hal ini semata-mata untuk meringankan beban karyawan selama situasi COVID-19," tutup Agus.

Reporter: Panji Prayitno
Sumber: Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Dampak Corona di Bogor, 1.467 Pekerja Dirumahkan dan 82 Orang Di-PHK
Ramayana Depok PHK 87 Karyawan Akibat Covid-19
Viral, Isak Tangis Karyawan Ramayana Depok Terkena PHK Akibat Wabah Corona
Ramayana City Plaza Depok Tutup, 87 Karyawan Terkena PHK

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini