PAN soal Kamus Sejarah RI: Menteri Nadiem Makin Ngawur

Selasa, 20 April 2021 13:08 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PAN soal Kamus Sejarah RI: Menteri Nadiem Makin Ngawur Menteri Pendidikan Nadiem Makarim rapat dengan komisi X DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Anggota DPR Fraksi PAN, Guspardi Gaus menyayangkan tak ada nama KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia rancangan Kemendikbud. Menurutnya, Mendikbud Nadiem Makarim melakukan hattrick kecerobohan.

"Mas Menteri melakukan hattrick kecerobohan. Setelah hilangnya frasa Agama dalam peta jalan pendidikan Indonesia 2020- 2035. Beberapa hari lalu hilangnya mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pancasila dalam PP dan sekarang hilang juga nama tokoh dan pahlawan nasional dari kamus sejarah Indonesia. Saya heran kenapa mas Menteri makin ngawur," ujar Guspardi, Selasa (20/4).

Guspardi menyebut, tidak ada narasi dan keterangan terkait kiprah dan jejak sejarah sebagai pendiri NU maupun sebagai Pahlawan Nasional di Kamus itu. Padahal, sampul Kamus tersebut memuat foto KH Hasyim Asy’ari.

"Jangan lupakan jasa ulama terhadap bangsa ini," tegasnya.

Dia menambahkan, hal ini bisa berpretensi kepada pengkaburan sejarah. Jika dibiarkan akan berbahaya bagi pembentukan karakter peserta didik karena adanya informasi kesejarahan yang tidak akurat.

Terlebih, kata dia, buku sejarah tersebut menjadi salah satu rujukan pengajaran mata pelajaran sejarah. Serta bisa diunduh secara gratis hingga bisa tersebar secara massif.

Oleh karena itu, Guspardi meminta Mendikbud segera menarik Kamus Sejarah Indonesia dari peredaran. Kemudian, mengevaluasi dan merevisi isi konten guna meluruskan kejanggalan informasi yang ada di dalamnya.

"Kemendikbud juga lebih teliti dan berhati-hati dalam menentukan tim penyusun Buku Sejarah Indonesia sehingga tidak terulang lagi kesalahan dan kecorobohan serta disinformasi yang berpotensi menjadi polemik serta kontroversi," pungkas anggota Komisi II DPR tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan secara resmi buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Dia menjelaskan buku tersebut diedarkan kepada masyarakat merupakan bentuk salinan lunak yang masih dalam tahap penyempurnaan.

"Buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tidak pernah diterbitkan secara resmi. Dokumen tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat oleh kalangan tertentu merupakan salinan lunak (softcopy) naskah yang masih perlu penyempurnaan. Naskah tersebut tidak pernah kami cetak dan edarkan kepada masyarakat," kata Hilmar dikutip dalam laman kemdikbud.go.id, Selasa (20/4).

Dia menjelaskan naskah buku tersebut disusun pada 2017, sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem. Hilmar juga menuturkan hingga saat ini belum ada rencana penerbitan naskah tersebut.

"Selama periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, kegiatan penyempurnaan belum dilakukan dan belum ada rencana penerbitan naskah tersebut," bebernya.

Dia menambahkan, Kemendikbud tidak pernah mengesampingkan sejarah bangsa. Terlebih kata dia sosok para tokoh. Dia menjelaskan Kemendikbud selalu berefleksi pada sejarah bangsa dan tokoh-tokoh yang membangun Indonesia termasuk Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam mengambil kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

"Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa tidak mungkin Kemendikbud mengesampingkan sejarah bangsa ini, apalagi para tokoh dan para penerusnya," ungkapnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini