PAN, PKS & PPP sentil Kapolri soal penggunaan 'muslim' di kasus MCA

Rabu, 14 Maret 2018 15:53 Reporter : Sania Mashabi
PAN, PKS & PPP sentil Kapolri soal penggunaan 'muslim' di kasus MCA Kapolri dan Menhub luncurkan Operasi Green Line. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daeng Muhammad menyoroti penyebutan kasus tindak pidana menyebar hoaks kelompok yang mengatasnamakan Muslim Cyber Army (MCA). Hal itu ia ungkapkan setelah mendengar aspirasi rakyat di daerah pilihannya di Jawa Barat.

"Mereka memberi aspirasi, Pak Daeng sampaikan karena Bapak kan Komisi III, kita membicarakan persoalan, kenapa kalau sebelah enggak cepet, enggak rame. Kalau muslim cepet banget rame. Dimana muslim yang ajarkan hoaks? Dimana muslim yang ajarkan fitnah? Jangan-jangan pakai muslim menyudutkan kita," kata Daeng dalam rapat kerja Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

Di tempat yang sama, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzamil Yusuf menilai lebih arif jika polisi tidak menggunakan agama tertentu dalam penyebutan.

"Dalam konteks tindakan pidana hoaks atau yang dilakukan kelompok tertentu yang menggunakan agama tertentu lebih arif dan lebih bijak, tidak menggunakan agama tertentu," ungkapnya.

"Karena seluruh umat agama tertentu pasti tersinggung padahal tidak ada agama yang mengajarkan itu," sambungnya.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Aswar juga meminta menggunakan istilah muslim dalam penyebutan kasus kelompok itu dihilangkan. Sebab istilah itu sangat men-generaliasi.

"Jangan terlalu ditarik kemana-mana, Muslim Cyber Army tu ada enggak? Kalau enggak ada, siapa itu yang mengatasnamakan muslim. Saya muslim loh. Itu sangat genalisir. MCA berat itu Pak istilah-istilah itu harusnya Polri cepat meresponnya," ucapnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini