Pamit ke Wapres JK, Dubes Selandia Baru Diskusi Manajemen Kebencanaan

Rabu, 23 Januari 2019 14:30 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Pamit ke Wapres JK, Dubes Selandia Baru Diskusi Manajemen Kebencanaan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Trevor Donald Matheson di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (23/1). Dalam kunjungan masa akhir jabatannya pada pertengahan Februari, H.E. Trevor Donald Matheson menyampaikan penghargaan kepada pemerintahan Jokowi-JK atas kerja sama antara negaranya dengan Indonesia.

"Luar biasa kolaborasi hubungan yang sudah ada dan ditandai dengan peringatan 60 tahun hubungan Indo-NZ dan tentu kunjungan kenegaraan Presiden ke New Zealand memperkuat hubungan kedua negara serta mendorong kerja sama komprehensif kedua negara," kata Trevor usai bertemu JK.

Mereka juga mendiskusikan terkait kerja sama kebencanaan. Selama ini, kata dia, Indonesia dan Selandia Baru sudah melakukan kerja sama untuk membantu Lombok, Palu, dan Selat Sunda.

"Tapi kerja sama ke depan adalah kerja sama komprehensif yang lebih luas dan kita harus lebih dalam untuk menciptakan kerja sama komprehensif yang lebih baik dengan Indonesia ketimbang dengan negara-negara lain," kata Trevor.

Kemudian, dalam diskusi tersebut juga membahas tentang kerja sama pendidikan dan agrikultural. Saat kunjungan ke Selandia Baru, JK melihat bahwa pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif berjalan baik.

"Selandia Baru punya industri kreatif yang melahirkan The Hobbit dan Lord of the Ring hal-hal kreatif yang dilakukan New Zealand dan maka kita bisa melakukan kolaborasi lebih banyak dan maju bersama Indonesia," ungkap Trevor.

Trevor juga mengatakan selama empat tahun bertugas sangat jatuh hati dengan Indonesia. Dia juga berterima kasih karena bisa bekerja sama dengan baik. Kemudian dia juga berharap bisa melihat kemajuan Indonesia.

"Dari negara yang lebih besar ke negara yang kira-kira issunya sama. Sampai mirip Indonesia menginginkan kualitas hidup lebih baik, ekonomi yang baik, hidup di lingkungan yang damai, juga bergulat dengan perubahan iklim. Jadi ini adalah hal baik yang akan dilakukan," kata Trevor. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini